Mentawai dan Refleksi Daerah Kepulauan Pemilu dan Pilkada

SHARE:

Oleh: FIRDAUS RISMAN SATOINONG, S.Hut (KOMISIONER BAWASLU KAB.KEP.MENTAWAI)   Kupasonline — Kabupaten Kepulauan Mentawai berdiri pada 12 Okt...


Oleh: FIRDAUS RISMAN SATOINONG, S.Hut

(KOMISIONER BAWASLU KAB.KEP.MENTAWAI)

 

Kupasonline — Kabupaten Kepulauan Mentawai berdiri pada 12 Oktober 1999 melalui UU RI No. 49 Tahun 1999. Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri dari 10 kecamatan, 43 desa, 202 dusun, yang tersebar di empat pulau besar, yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Namun demikian, setelah hampir tiga belas tahun Kabupaten Kepulauan Mentawai terbentuk, wilayah ini masih tertinggal dengan sarana transportasi, komunikasi, dan infrastruktur yang sangat minim, termasuk tingkat pendidikan dan fasilitas kesehatan masyarakatnya, ketidakpastian dan keterbatasan kebutuhan mendasar dialami oleh masyarakat. 

Transportasi di kabupaten kepulauan ini tentu sangat tergantung pada transportasi laut, baik antar pulau maupun menuju ibukota provinsi. Sarana transportasi yang tersedia mulai dari kapal, Mentawai Fast, KM. Ambu-Ambu, KM.Gambolo, dan KMP Tanjung Burang milik ASDP, Kapal kayu untuk antar pulau milik pemerintah daerah kepulauan mentawai dan boat. Namun cuaca yang seringkali tidak pasti, menyebabkan jadwal pelayaran pun tidak dapat dipastikan, apalagi jika terjadi badai yang terjadi di bulan bulan tertentu.

Jumlah kapal yang ada juga sangat terbatas untuk daerah kepulauan yang luas seperti Mentawai. Kapal yang ada harus melayani rute ke empat pulau besar secara bergantian. Sementara, medan yang dihadapi tidak mudah dan acapkali badai menghadang tiba-tiba, menyebabkan kapal seringkali mengalami kerusakan. Padahal idealnya, dengan jumlah pulau besar dan lalu lintas yang tinggi dari dan ke ibukota provinsi maupun antar pulau. 

Hanya ada satu maskapai penerbangan yang melayani rute Padang-Rokot (Sipora) dengan jadwal penerbangan tiga kali dalam seminggu. Sarana komunikasi merupakan keterbatasan lain yang harus dihadapi masyarakat di Mentawai. Sinyal komunikasi dari telepon seluler  hampir setiap wilayah dipastikan tidak ada sinyal komunikasi. 


Demikian pula halnya dengan jaringan telepon rumah dari Telkom yang tidak berfungsi.

Pesta demokrasi yang akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2024 pemilihan umum di Indonesia dan pemilihan Kepala Daerah proses ini merupakan catatan sejarah baru di Indonesia yang dilaksanakan secara serentak.

Pilkada serentak telah membuat agenda politik nasional terus berjalan pada setiap tahunnya, dengan ditandainya proses tahapan pemilu yang sambung menyambung setiap tahunnya. Pada proses tersebut masyarakat sebagai  elektoral terlibat  langsung dalam  menentukan hasil pemilu itu sendiri

Dalam kurun waktu lima tahun belakang ini Pesta Demokrasi di Indonesia pun semakin semarak dengan proses pemilihan kepala daerah secara serentak Pilkada serentak tersebut akan dilaksanakan di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pilkada serentak telah membuat agenda politik nasional terus berjalan pada setiap tahunnya, dengan ditandainya proses tahapan pemilu yang sambung menyambung setiap tahunnya. Pada proses tersebut masyarakat sebagai  elektoral terlibat  langsung dalam  menentukan hasil pemilu itu sendiri. Proses panjang pemilu serentak 2019, dan Pemilihan Pilkada tahun 2020 yang merupakan ujian berat dimasa pandemi covid 19 penyelenggara pemilu sebagai garda depan untuk mensukseskan pesta demokrasi bekerja keras agar berjalanya proses demokrasi yang baik  di negara ini, dampak ini sangat terasa sampai ketingkat paling bawah, tidak terkecuali daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Berbicara soal Pemilu di Mentawai, kompleksitas masalah dan tantangan sangat nyata terlihat didepan mata. 

Selain perbedaan pandangan politik ditengah-tengah masyarakat,  kondisi sumber daya manusia yang masih rendah bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Provinsi Sumatera Barat, biaya yang mahal dalam pelaksanaan Pemilu juga menjadi persoalan yang rumit di daerah Kepulauan yang secara aksesibility sulit dijangkau. Berbagai isu yang tak sedap dan ancaman kegagalan dengan mudahnya muncul dan cepat bergulir ditengah-tengah masyarakat. Sehingga faktor teknis maupun non teknis ini merupakan ancaman nyata untuk pelaksanaan Pemilu yang baik di daerah yang dikelilingi oleh Samudera Hindia ini. Mentawai dikenal dengan daerah kepulauan yang cukup luas dan masih banyak wilayah desa maupun  dusun  yang masih terpelosok.

Jarak antar TPS ke PPS sangat  jauh dan bahkan ada beberapa TPS yang berjarak  satu  hari  satu  malam  dengan  berjalan kaki. Begitu juga jarak pusat Desa ke pusat Kabupaten yang sangat jauh dan membutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk mencapainya.

Situasi geografis Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dikenal ekstrim telah membuat beberapa kalangan masyarakat khawatir terhadap kesuksesan proses demokrasi di daerah ini. Mulai dari isu kotak kardus yang akan tenggelam oleh lautan Mentawai sampai kepada akan berantakannya proses distribusi logistik serta tahapan penghitungan dan rekap suara didaerah pedalaman Mentawai yang diprediksi oleh beberapa kalangan asal-asalan serta rentan poltik uang. Beberapa argumen tersebut sah-sah saja, dengan memperhatikan beberapa faktor kedaerahan seperti yang saya sebutkan tadi. Namun ini seolah menjadi pelecut semangat dan tekat yang kuat bagi Penyelenggara Demokrasi untuk bersinergi dengan para pihak terkait di daerah Terluar Indonesia ini, guna tercapainya Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan  yang berlaku.

Berbagai stategi dan pendekatan kultural kebudayaan menjadi hal yang sangat penting guna menyukseskan proses semua tahapan yang panjang tersebut. 

Dukungan Pemerintah Daerah beserta stake holder yang ada didaerah Mentawai mampu mengurangi beban KPU sebagai Penyelenggara, baik secara psikis maupun fisik dalam proses pelaksanaannya. Sinergi yang terbangun antara penyelenggara dengan beberapa pihak tersebut telah membuat semangat bersama ingin menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi di ujung batas samudera ini. Dengan nilai-nilai persaudaraan yang musaraina, kepercayaan dan dukungan Pemerintah, Partai Politik dan Masyarakat seakan terbalut menjadi satu dalam sebuah tekad untuk kesuksesan Pemilu secara Aman, Damai, Jujur dan Adil.

Dengan balutan persaudaraan yang tinggi ini, semua kesulitan yang dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu dapat teratasi dengan baik dan profesional. Pengalaman pelaksanaan Pemilu periode sebelumnya mampu mejadi pedoman untuk pelaksanaan Pemilu 2019 yang lebih baik. 

Transparansi pelaksanaan tahapan demi tahapan mendapat dukungan dan apresiasi baik oleh Peserta Pemilu, Pemerintah Daerah maupun masyarakat pada umumnya. Terbukti semua hasil Pemilihan Kepala Daerah khususnya untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Guberknur tahun 2020 di Kepulauan Mentawai dapat diterima dengan baik, dan KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu Kabupaten yang tidak terdapat locus Perselisihan Hasil Pemilihan Umum dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (PHPU).

Balutan persaudaraan yang berpadu dengan Prinsip-prinsip Penyelenggaraan yang baik telah mambawa perubahan yang sangat baik dalam pelaksanaan proses Demokrasi di bumi sikerei. Perhatian dan bantuan  Pemerintah serta aparat keamanan terasa begitu nyata, terbukti dengan tidak adanya petugas penyelenggara Pemilu yang ikut terlibat dalam dalam mendukung salah salah satu calo dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020. Meskipun disamping itu Perbedaan pandangan politik tidak menjadi sebuah hal yang difanatikkan oleh masyarakat Mentawai. 

Disamping itu gairah manyarakat makin meningkat untuk berpartisipasi dalam berdemokrasi, terbukti pada Pemilu 2019 dan Pemilihan pemilih di Mentawai meningkat di angka 80,49 %, dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada tahun 2020 56.72% Angka tersebut menurut kami patut diapresiasi, ditengah keterbatasan penyelenggara dalam mensosialisasikan tahapan Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  ditengah pandemi covid 19. Pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur di Kepulauan Mentawai dilaksanakan sampai ke daerah pelosok-pelosok terpencil yang ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pesra demokrasi.

Sekarang Pemilu telah usai, Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pun juga sudah selesai secara serentak kini tingggi menanti Pemilu dan Pilkada tahun 2024 dengan perlu pesrsiapan secara matang. 

Pada Pilkada Serentak 2020 daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap masih terlibat untuk proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Mari kita tatap jauh kedepan, beberapa pekerjaan dan tugas yang selalu menanti, semoga Penyelenggara Pemilu dan Pilkada tahun 2024 (KPU dan Bawaslu) tetap menjaga sinergitas hubungan yang baik dan profesional dengan Pemerintah Daerah, jajaran Keamanan maupun Pihak-Pihak Terkait lainnya. 

Harapan Pilkada 2020 yang sukses dapat tercapai sesuai dengan apa yang telah dicapai pada Pemilu serentak 2019 yang lalu begitu juga kedepan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024. Kesuksesan Pemilu 2019 dan Pemilihan Kepala Daerah Gubernu dan Wakil Gubernur tahun 2020, menjadi barometer untuk keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 yang akan datang. Masura Bagatta, Pemilu Musaraina, untuk Mentawai maju dan Sejahtera(*)

COMMENTS

Berita Terkait

Nama

Aceh,70,Advetorial,123,aga,5,Agam,549,anak,10,Artikel,166,Babel,80,Bali,14,Bangka belintung,16,Bangka Belitung,1466,Bangkabelitung,1,Banten,462,Batam,2,Bengkulu,1,Bukittinggi,390,Covid-19,703,Dharmasraya,66,Edukasi,7,Ekonomi,623,hea,1,Headline,1588,Hiburan,330,Hukrim,1132,Hukum dan Kriminal,113,Internasional,601,Jakarta,71,Jawa barat,45,Jawa Tengah,272,Jawa Timur,325,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,519,Kesehatan,456,Kodim Bengkayang,834,Kuliner,157,Lampung,8,Lifestyle,730,Limapuluhkota,42,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,19,Mentawai,828,Nasional,1674,Olahraga,365,Opini,84,Padang,420,Padang Panjang,109,Padang Pariaman,29,Papua,3,Pariaman,60,Pariwisata,47,Parlemen,281,Pasaman,45,Pasaman Barat,226,Payakumbuh,412,Pendidikan,58,Peristiwa,387,Pesisir Selatan,216,Politik,125,Ragam,697,Riau,140,Sawahlunto,231,Sijunjung,167,Solo,7,Solok,668,Solok Selatan,194,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,39,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,40,Sumatra utara,20,sumba,1,Sumbar,2312,Tanah Datar,30,Teknologi,38,Tips dan Trik,309,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Mentawai dan Refleksi Daerah Kepulauan Pemilu dan Pilkada
Mentawai dan Refleksi Daerah Kepulauan Pemilu dan Pilkada
https://1.bp.blogspot.com/-HVdlN-NATAE/YO5636guRoI/AAAAAAAANac/vqKevfjCHdsNEpsIlQj0-6tvYqFwzMeIQCLcBGAsYHQ/s0/2A06C198-557B-418A-925E-54DDAC6FF0F7.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-HVdlN-NATAE/YO5636guRoI/AAAAAAAANac/vqKevfjCHdsNEpsIlQj0-6tvYqFwzMeIQCLcBGAsYHQ/s72-c/2A06C198-557B-418A-925E-54DDAC6FF0F7.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/07/mentawai-dan-refleksi-daerah-kepulauan.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/07/mentawai-dan-refleksi-daerah-kepulauan.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content