Orang Lebanon Seperti Hidup di Neraka Karena Krisis Ekonomi

SHARE:

Jakarta, Kupasonline -- Orang Lebanon mengatakan mereka hidup di neraka karena krisis yang menurut Perdana Menteri Hassan Diab telah membaw...



Jakarta, Kupasonline -- Orang Lebanon mengatakan mereka hidup di neraka karena krisis yang menurut Perdana Menteri Hassan Diab telah membawa negara mereka lebih dekat ke "ledakan sosial". Di hadapan para diplomat dan duta besar luar negeri awal pekan ini, Diab bahkan tak segan-segan meminta bala bantuan untuk menarik negaranya keluar dari pusaran krisis.


“Lebanon hanya beberapa hari lagi dari ledakan sosial. Lebanon menghadapi nasib kelam ini sendirian," kata Diab.


Krisis ekonomi dimulai pada akhir 2019, berakar pada praktik korupsi dan salah urus pemerintahan pasca perang saudara. Baca juga: Krisis Ekonomi, Lebanon Dekat dengan Ledakan Sosial Situasi diperparah dengan minimnya upaya pemerintah memberdayakan ekonomi lokal dan senang mengandalkan impor di hampir semua sektor.


Krisis ekonomi Lebanon yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir juga telah membuat 6 juta orang Lebanon hidup di tengah kelangkaan dan kekurangan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari makanan, obat-obatan, bahan bakar, hingga suku cadang kendaraan. Libanon juga hidup tanpa pemerintahan permanen sejak kabinet Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri beberapa hari setelah ledakan besar mengguncang pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020.


Ibrahim Arab, warga negara Lebanon, adalah satu dari ribuan orang yang rela antri berjam-jam setiap hari untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Baca Juga: PBB Sebut Korea Utara Kekurangan 860 Ribu Ton Pangan Tahun Ini Ibrahim Sering Mengantri 2-3 Jam Di Bawah Teriknya Matahari Untuk Bahan Bakar Agar Taksinya Bisa Beroperasi Dan Membantunya Mencari nafkah


Saat liburan, Arab mengembara dengan taksinya ke setiap apotek di Beirut untuk mencari susu formula di tengah kelangkaan barang demi anaknya yang baru berusia 7 bulan. Orang Arab tidak bisa lagi memilih. Ia terpaksa membawa pulang susu formula merek apapun yang ia dapat meski anaknya sering muntah dan diare akibat meminum susu dari label yang berbeda. "Hidup saya sulit dan sekarang krisis bahan bakar hanya memperburuk keadaan," kata Arab kepada Associated Press.


Selain sebagai sopir taksi, Arab juga bekerja sebagai penjaga supermarket di ibu kota. Meski telah melakukan dua pekerjaan, gaji Arab tidak cukup untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga selangit karena mata uang Lebanon telah kehilangan daya beli hingga 95 persen.


Kelangkaan energi listrik juga terjadi karena sebagian masyarakat tidak mampu membayar tagihan. Selama ini Lebanon juga mengandalkan pembangkit listrik atau genset milik perusahaan swasta. Sejak krisis memburuk, pembangkit listrik harus dimatikan selama beberapa jam untuk menghemat bahan bakar.


Kesengsaraan itu juga diperparah oleh pandemi virus corona. Karena kekurangan listrik, beberapa rumah sakit di seluruh Lebanon harus mematikan AC dalam beberapa hari terakhir untuk menghemat biaya. Kekurangan listrik juga membuat saluran komunikasi termasuk internet di berbagai kota mati. "Kami benar-benar di neraka," kata Direktur Jenderal Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri, Firas Abiad(*)

COMMENTS

Berita Terkait

Nama

Aceh,66,Advetorial,93,aga,2,Agam,415,anak,9,Artikel,166,Babel,22,Bali,13,Bangka Belitung,1292,Banten,364,Batam,2,Bengkulu,1,Bukittinggi,311,Covid-19,703,Dharmasraya,64,Edukasi,7,Ekonomi,581,hea,1,Headline,1428,Hiburan,277,Hukrim,1062,Hukum dan Kriminal,104,Internasional,552,Jakarta,71,Jawa barat,45,Jawa Tengah,272,Jawa Timur,267,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,517,Kesehatan,449,Kodim Bengkayang,834,Kuliner,157,Lampung,8,Lifestyle,730,Limapuluhkota,40,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,19,Mentawai,722,Nasional,1521,Olahraga,297,Opini,84,Padang,374,Padang Panjang,108,Padang Pariaman,29,Papua,3,Pariaman,59,Pariwisata,47,Parlemen,276,Pasaman,45,Pasaman Barat,226,Payakumbuh,340,Pendidikan,58,Peristiwa,386,Pesisir Selatan,211,Politik,117,Riau,139,Sawahlunto,182,Sijunjung,147,Solo,7,Solok,484,Solok Selatan,153,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,39,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,40,Sumatra utara,18,sumba,1,Sumbar,2054,Tanah Datar,30,Teknologi,38,Tips dan Trik,309,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Orang Lebanon Seperti Hidup di Neraka Karena Krisis Ekonomi
Orang Lebanon Seperti Hidup di Neraka Karena Krisis Ekonomi
https://1.bp.blogspot.com/-PiXrhMQ0MHc/YOhsZgopu_I/AAAAAAAANPs/pN87FYIBQdYUlfXk_TWkAkox5JW1YPp7QCLcBGAsYHQ/s0/4E9009A7-4049-4B3D-993C-EE01B850BD7F.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-PiXrhMQ0MHc/YOhsZgopu_I/AAAAAAAANPs/pN87FYIBQdYUlfXk_TWkAkox5JW1YPp7QCLcBGAsYHQ/s72-c/4E9009A7-4049-4B3D-993C-EE01B850BD7F.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/07/orang-lebanon-seperti-hidup-di-neraka.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/07/orang-lebanon-seperti-hidup-di-neraka.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content