Rintis Industri Rumah Tangga, Pengusaha Kayu Gaharu Blitar Keluhkan Sulitnya Perijinan

SHARE:

Dewi Fortuna pemilik Madam Oud Blitar di tempat kerjanya yang juga rumah tinggalnya. Blitar, Kupasonline - Sebuah usaha industri rumah tangg...


Dewi Fortuna pemilik Madam Oud Blitar di tempat kerjanya yang juga rumah tinggalnya.



Blitar, Kupasonline - Sebuah usaha industri rumah tangga pengolahan kayu gaharu beromset 25 juta perbulan dengan menyerap 30 orang pekerja lokal, yang berdiri sekitar 3 tahun lalu bernama Madam Oud Blitar yang berlokasi di Jalan Masjid RT 04 RW 04 Juwet, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Hal itu tentunya membuat semua orang bertanya dalam benaknya, karena selama ini semua yang indentik dengan kayu gaharu berasal dari daerah Arab namun ternyata di Bumi Penataran ada juga produksinya untuk berbagai varian, mulai dari minyak, dupa, teh, kopi, sabun dan lain sebagainya.

Seharusnya hal ini bisa menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Blitar, terlebih lagi industri rumahan ini dirintis dan di nahkodai oleh seorang perempuan yaitu, Dewi Fortuna seorang perempuan ibu rumah tangga yang merantau jauh ke Blitar dari tempat kelahirannya Medan Sumatera Utara, untuk mengikuti sang suami yang berasal dari Kediri Jawa Timur dan memilih Blitar untuk mencari rejeki dan domisilinya saat ini.

Dewi mengatakan, berdirinya industri rumahan kayu gaharu ini berawal menampung kekecewaan banyak masyarakat di pulau Jawa  yang mendapat informasi bahwa menanam pohon gaharu membawa keuntungan besar. Dari kabar itulah akhirnya mereka menanam, padahal mereka tidak tahu perbedaan  pohon yang di proses oleh alam dengan  gaharu yang melalui proses budi daya. Sehingga pada membudidayakan tersebut tahunya mereka bisa laku mahal, padahal kalau budidaya perlu proses untuk menghasilkan bahan kayu berkualitas agar bisa laku atau mahal dijual, karena karakter kayu gaharu itu kayu lunak tidak bisa di pakai untuk bahan bangunan.

"Akhirnya setelah mereka keluar uang banyak, mereka lelah pohonnya hancur, tidak ada hasil, dari kekecewaan mereka itulah kita mengembangkan usaha ini agar masyarakat tidak salah informasi, itu yang kita luruskan. Mereka kita edukasi, bahwa  budidaya gaharu  hasil akhirnya  produk turunan dari daun sampai akar itu laku semua, namun semuanya perlu melalui proses terlebih dahulu," papar Dewi, Selasa (2/11/21).

Lebih lanjut Dewi mengatakan, makanya kita buatkan tempat untuk proses kayu gaharu , Siapa yang punya daun, di panen daunnya kita tampung kita produksi, kita bayar sama petani. Terus siapa yang punya pohon kita suntik, kita masukkan cairan untuk ciptakan aroma wangi, selanjutnya kita tunggu proses selama lima tahun kalau pohonnya besar kulitnya kita kupas bisa kita jadikan tas atau bahan kerajinan lainya.

"Untuk batangnya yang sudah di kupas di proses suling dan setiap setahun sekali kita panen untuk bahan jadi. Hasil dari proses suling tadi ampasnya kita proses lagi kita jemur kita keringkan jadikan tepung untuk dijadikan dupa. Karena pohon gaharu tidak boleh di jual glondongan, maka kita jadikan produk, kalau dalam bentuk produk itu tidak masalah, misalnya rantingnya yang sudah ada isi kita jadikan cinderamata semacam kacamata, tasbih, gelang dan lainya. Untuk bagian pohon lainya kita suling bahan airnya kita jadikan produk penyegar wajah, sedangkan minyaknya kita jadikan parfum. Jadi tidak ada yang menjadi limbah karena semuanya kita bisa proses menjadi produk," ungkap Ibu rumah tangga yang mengawali industri gaharu rumahan di Kecamatan Kanigoro ini.

Pemilik Madam Oud Blitar, Dewi Fortuna juga menceritakan suka dukanya dalam usaha yang ditekuninya ini, yang hingga saat ini masih mengalami kesulitan dalam proses perijinannya. Saya berniat untuk memenuhi semua perijinannya akan tetapi sampai saat ini kesannya sangat ribet dan sulit proses perijinannya disini, atau gimana.

"kita ingin mengikuti aturan pemerintah, bahwa setiap usaha yang kita miliki harus mempunyai ijin. Kita berupaya mengurus semua ijin agar produk ini bisa keluar beserta ijin edarnya, dalam hal ini padahal kita sudah ikuti anjuran dari pemerintah seperti harus ada tempat di sterilkan,  yang tidak ada lalu-lalang sudah kita buat. Kita di minta memenuhi SOP dalam pengerjaan baik dari seragam, penggunaan produksi semuanya sudah kita lakukan, tetapi sampai sekarang juga belum bisa kelar masalah perijinannya," keluhnya.

Dewi juga mengeluhkan, bahkan saya juga sudah mengadu tentang hal ini ke BPOM Provinsi Jatim, mereka menyarankan untuk saya berkoordinasi dengan Loka Kediri karena Blitar masuk wilayah Loka Kediri. Dari sana saya diarahkan untuk mengurus ijin ini dulu ke Dinkes Kabupaten Blitar.

"Namun dari pihak Dinkes mengatakan penanggung jawab produksi per produksi atau minimal D3 Farmasi, kalau 1 untuk global mungkin bisa kita siapkan sesuai kemampuan kita yaitu industri rumah tangga. Dan setahu kita penanggung jawab produksi itu untuk pabrik besar nah kalau Kita kan skala ibu rumah. Sehingga hingga sampai saat ini kami masih kesulitan ijin edarnya dan harus ke siapa lagi kami mengadu, agar niatan kami untuk membuka lapangan usaha agar bisa menjadi peluang kerja bagi masyarakat sekitar ini bisa memperoleh ijin yang valid, serta nantinya bisa membuka peluang lagi di sektor pariwisata agar kuliner dan penginapan di Blitar ini bisa bergeliat dengan kedatangan para Bayer dari luar negeri yang mencari produk-produk kami nantinya," pungkas Dewi, pengusaha industri rumah tangga yang mengaku beromset 25 juta perbulan, namun harus nombok 35 juta perbulan karena biaya produksi dan biaya lainnya dengan total 60 juta perbulan, dan untuk menutup hal tersebut harus dibantu dari gaji suami yang bekerja di luar negeri. (San)

COMMENTS

Berita Terkait

Nama

Aceh,71,Advetorial,132,aga,5,Agam,590,anak,10,Artikel,166,Babel,138,Bali,14,Bangka belintung,63,Bangka Belitung,1478,Bangkabelitung,1,Banten,497,Batam,2,bawel,1,Bengkulu,1,Bukittinggi,420,Covid-19,703,Dharmasraya,66,Edukasi,7,Ekonomi,623,hea,1,Headline,1653,Hiburan,331,Hukrim,1133,Hukum dan Kriminal,120,Internasional,601,Jakarta,71,Jawa barat,45,Jawa Tengah,272,Jawa Timur,379,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan,1,Kepulauan Riau,523,Kesehatan,456,Kodim Bengkayang,834,Kuliner,157,Lampung,8,Lifestyle,730,Limapuluhkota,44,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,20,Mentawai,847,Nasional,1674,Olahraga,368,Opini,84,Padang,427,Padang Panjang,109,Padang Pariaman,29,Papua,3,Pariaman,61,Pariwisata,47,Parlemen,283,Pasaman,45,Pasaman Barat,226,Payakumbuh,436,Pendidikan,58,Peristiwa,387,Pesisir Selatan,216,Politik,125,Ragam,705,Riau,140,Sawahlunto,245,Sijunjung,185,Solo,7,Solok,723,Solok Selatan,226,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,39,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,40,Sumatra utara,20,sumba,1,Sumbar,2323,Tanah Datar,30,Teknologi,38,Tips dan Trik,309,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Rintis Industri Rumah Tangga, Pengusaha Kayu Gaharu Blitar Keluhkan Sulitnya Perijinan
Rintis Industri Rumah Tangga, Pengusaha Kayu Gaharu Blitar Keluhkan Sulitnya Perijinan
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhytnARKeblvqKE1a31l3ENgNvqpQWqvuCkJhLbBm9OvOiJLSaCzzoNIpFB0KqjYYLuzh41VKgFc_UPfXY1TCFl25NoEX7Kk6E_nflzr3lXQX_VQTmA3UvCVXXB3I7pgPql0muYdBxAIXGXFJru-qp24HhCPU6fFOInvs-T-Q3Z3Fgo0JNG9TeC-Qpv0Q=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhytnARKeblvqKE1a31l3ENgNvqpQWqvuCkJhLbBm9OvOiJLSaCzzoNIpFB0KqjYYLuzh41VKgFc_UPfXY1TCFl25NoEX7Kk6E_nflzr3lXQX_VQTmA3UvCVXXB3I7pgPql0muYdBxAIXGXFJru-qp24HhCPU6fFOInvs-T-Q3Z3Fgo0JNG9TeC-Qpv0Q=s72-c
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/11/rintis-industri-rumah-tangga-pengusaha.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/11/rintis-industri-rumah-tangga-pengusaha.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content