Murid TK, SD, SMP di Padang Bakal Dapat Materi Pelajaran Keminangkabauan di Sekolah

Suasana pencanangan materi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kota Padang
Suasana pencanangan materi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kota Padang

KUPASONLINE.COM – Pemko Padang menjadikan materi tentang adat istiadat keminangkabauan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Padang. Pencanangan materi baru ini dilakukan di Galanggang Balai Kota, Aie Pacah, Selasa (19/9).

Wali Kota Padang Hendri Septa menyebutkan, mata pelajaran muatan lokal ini diberikan pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP). Saat ini Kota Padang satu-satunya yang mengadakan kembali mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan di Provinsi Sumatera Barat.

“Pencanangan mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan ini merupakan bentuk perhatian Pemko Padang kepada generasi muda. Bersama niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan semua elemen kita bersatu padu, tepat pada hari ini kita canangkan mata pelajaran keminangkabauan,” kata Hendri Septa kepada awak media.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-BSK) menjelaskan Minangkabau mempunyai adat istiadat yang sangat kuat. Hal ini yang menjadi dasar butuhnya mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan.

“Melalui mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan ini diharapkan bisa menjadi benteng bagi generasi muda. Kita akan mengenalkan budaya Minangkabau seperti berpantun, makan bajamba dan semua yang terkait dengan budaya Minangkabau kepada generasi muda,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova mengungkapkan mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan merupakan turunan dari Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003. Dalam Pasal 37 ayat 1 disebutkanĀ  kurikulum pendidikan dasar dan menengah, wajib memuat salah satunya muatan lokal.

“Penyusun mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan ini sebagai bentuk penanaman nilai karakter kepada peserta didik. Bertujuan untuk mewujudkan pelajar yang beragama, beradat, berbudaya serta berakhlak mulia,” ujar Yopi.

Yopi menyampaikan, pembelajaran keminangkabauan menggunakan Bahasa Minang dan dialek setempat. Materi yang diajarkan meliputi pendidikan karakter, nilai-nilai kearifan lokal, kesenian, makanan, dan permainan tradisional Minangkabau serta warisan budaya dan sejarah Minangkabau. (tin)

Pos terkait