BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie

KONI Solok Gelar Seminar Membangun   Prestasi Tanpa Doping
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>

Foto dr Zaini Saragih, SpKO Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia memberi pemaparan tentang Doping dihadapan peserta Seminar di Hotel Taufina Kota Solok, Jumat (6/12)

  Solok, kupasonline -- Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok menggelar acara Seminar Membangun Prestasi Tanpa Doping, di Ruang Pertemuan Hotel Taufina Kota Solok, Jumat (6/12).

  Seminar sehari penuh yang diikuti dengan antusias oleh Pengurus Cabang Olah Raga (Cabor) dan Pelatih serta praktisi olah raga lainya di Kabupaten Solok itu, mengadirkan sejumlah nara sumber.

   Diantaranya dr Zaini Khadafi Saragih, Sp,KO (Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia) dan Giri Prayogo, M.Pd (Doping Control Officer Asian Paragames 2018).

     Ketua KONI Kabupaten Solok Rudi Horizon didampingi Sekretaris Madra Idriawan dan Kepala Sekretariat KONI Zulmasdiawarman kepada media ini mengatakan, acara Seminar itu digelar kerja sama Pemkab Solok dengan KONI Kabupaten Solok dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

    Rudi menyebutkan maksud dan tujuan digelarnya acara itu adalah untuk  memberi pengetahuan fan menambah wawasan kepada seluruh pelatih dan juga atlit cabor tentang masalah Doping.

     Rudi mengatakan bahwa Doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga.

    Alasannya kata Rudi mengemukakan, terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat stamina.    Doping dalam olahraga kata Rudi menambahkan, merupakan sebuah bentuk kecurangan yang dilakukan oleh seorang atlet.

   " Dan cara-cara seperti itu sangat bertolak belakang dengan spirit olahraga dan dapat merusak kompetisi yang bersih " tutur Rudi Horizon. (jay).
   

KPU Pessel Adakan Audiensi RPP
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Painan, Kuoasonline -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menyelenggarakan kegiatan audiensi Rumah Pintar Pemilu (RPP).Kamis (5/12/2019).

Komisioner KPU Pessel, Febriany menjelaskan tema kegiatan tersebut adalah Pendidikan Pemilih dan Strategi Peningkatan Partisipasi Pemilih Menuju Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020. 

Adapun peserta yang dilibatkan pada kegiatan itu berasal dari anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cabang Kabupaten Pesisir Selatan bertempat di Aula kantor KPU setempat.

Febriany mengatakan bahwa KPU Pessel percaya generasi kritis adalah aset paling berharga untuk perbaikan 

"Oleh sebab itu,  kerjasama dengan putra putri terbaik Pessel ini  merupakan kesempatan paling ditunggu"ujarnya.

Dia berharap besar pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan aman,  lancar,  sukses dan peran serta masyarakat makin meningkat.  

"Pemilihan 2020 adalah milik rakyat dan tidak ada nilainya bila rakyat tidak merasakan dan memanfaatkan sebaik mungkin hak kepemilikan ini.  Di balik kuatnya negara,  karena adanya kuasa rakyat"tukasnya (nic).

KPU Pessel Sediakan Rumah Pintar Pemilu
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Painan, Kupasonline -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Selatan menyediakan rumah pintar Pemilu sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin mengetahui info tentang kepemiluan.

Rumah pintar Pemilu ini berada di Kantor KPU setempat dimana  didalam ruangan khusus tersebut disediakan sejumlah fasilitas seperti buku-buku sejarah pemilu, pengetahuan demokrasi serta informasi penting lainnya yang dapat diakses secara langsung.

Febriany anggota KPU Pesisir Selatan mengatakan masyarakat bisa datang ke kantor KPU khususnya rumah pintar pemilu jika ingin menambah wawasan seputar kepemiluan. Terlebih saat ini KPU Pesisir Selatan bakal menyelenggarakan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Pendidikan demokrasi ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak buta tentang informasi ataupun pengetahuan yang menyangkut pesta demokrasi yang mana rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Guna mensosialisasikan informasi kepemiluan itu, KPU Pesisir Selatan juga mengunjungi sejumlah sekolah-sekolah tingkat menengah atas (SMA) di tiap Kecamatan di Pesisir Selatan dengan sasaran para generasi milineal.

Anak SMA yang merupakan pemilih pemula pada umumnya juga perlu pendidikan demokrasi agar wawasannya semakin bertambah serta lebih cerdas menggunakan hak pilih pada pilkada 2020 mendatang.

Selain di sekolah, KPU setempat juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan dan nagari.

"Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak seputar informasi kepemiluan, rumah pintar Pemilu adalah tempatnya menambah ilmu"tukas Febriany (nic)

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Adakan Acara Coffee Morning Bersama Insan Pers
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>

Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan sampaikan pemaparan didepan insan pers yang bertugas di kabupaten Musi Rawas provinsi Sumatera Selatan 

Musi Rawas, Kupasonline --
Bupati Musi Rawas,H.Hendra Gunawan dalam kata sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh insan pers yang berkesempatan hadir dalam acara Coffee Morning pada pagi hari ini.Jum,at(06/12/19).

Turut hadir dalam acara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas,Kepala OPD ,PPL dan Seluruh Insan Pers yang bertugas di kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan.

Dalam kata sambutannya  Bupati Mengucapkan terimakasih kepada seluruh insan pers yang hadir secara ikhlas dalam kegiatan di pagi hari ini.

Di jelaskan,H.Hendra Gunawan saya berusaha mensosialisasikan Program Murasempurna sampai ke Desa-desa yang ada di penjuru Kabupaten Musi Rawas, ungkapnya.

ia juga mengharapkan , agar program yang selama ini berjalan tetap terus Berjalan,kita sama sama memikirkan agar dapat mendapatkan hasil yang positif demi tercapainya"MUSI RAWAS SEMPURNA”harapnya (asropil/herl)

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Semifinal SEA Games
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Jelang Indonesia vs Myanmar pada semifinal SEA Games 2019, Sabtu (7/12), Garuda Muda memiliki rekor buruk jika tampil di babak empat besar ajang SEA Games.

Sejak cabang sepak bola SEA Games hanya menggunakan pemain di bawah usia 23 pada 2001, Indonesia enam kali melangkah ke semifinal. Dari enam semifinal, tim Merah Putih hanya dua kali berhasil menang dan melangkah ke final.

Dua kemenangan itu diraih pada semifinal SEA Games 2011 dan 2013. Pada 2011 saat Indonesia menjadi tuan rumah, tim Garuda Muda meraih kemenangan 2-0 atas Vietnam lewat gol dari Patrich Wanggai dan Titus Bonai.

Dua tahun kemudian pada SEA Games 2013, Indonesia juga berhasil meraih kemenangan di semifinal dengan menaklukkan Malaysia. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, Indonesia memastikan kemenangan 4-3 atas Malaysia lewat adu penalti. Dilansir dari cnn indonesia 

Di enam semifinal lainnya, Indonesia selalu menelan kekalahan. Setelah dua kali kalah dari Thailand pada semifinal 2001 dan 2003, Indonesia kembali kalah dari Thailand pada semifinal SEA Games 2015.

Sementara pada dua tahun lalu di SEA Games 2017, Indonesia dikalahkan tuan rumah Malaysia 0-1 di babak semifinal. Gol telat Thanabalan Nadarajah pada menit ke-86 membuat Indonesia kalah tipis dari tuan rumah.

Indonesia sendiri lolos ke semifinal SEA Games 2019 setelah mengalahkan Laos 4-0 pada laga terakhir Grup B, Kamis (5/12). Hasil itu membuat Indonesia lolos sebagai runner-up Grup B dan akan bertemu Myanmar yang menjadi juara Grup A.

Rekor Timnas Indonesia di Semifinal SEA Games sejak 2001:

2001: Thailand 2-1 Indonesia (extra time)
2003: Thailand 3-1 Indonesia
2011: Vietnam 0-2 Indonesia
2013: Malaysia 1-1 Indonesia (menang adu penalti 4-3)
2015: Thailand 5-0 Indonesia
2017: Malaysia 1-0 Indonesia.(*/wan)

Kecelakaan Truk, Tiang Beton Tembus Mobil di Belakangnya
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut tiang listrik beton dan mobil Toyota Yaris terjadi di Jalan Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan itu menyebabkan pengemudi Yaris meninggal dunia dan satu korban luka ringan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangara mengatakan dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan terjadi lantaran truk yang membawa beton tiang listrik oleng setelah bertabrakan dengan truk tronton.

"Akibatnya beton tiang listrik yang dibawa terjatuh ke belakang dan menimpa mobil Yaris yang ada di belakangnya," ujar Barung saat dikonfirmasi, Jumat (6/12). Dilansir dari cnn indonesia. 

Barung menuturkan kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini telah diamankan di Polres Lumajang. Sementara polisi telah meminta keterangan dari sopir truk pengangkut dan sopir truk tronton.

"Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di Polres dan dilanjutkan penyidikan kasus tersebut," katanya.

Sebelumnya, video pasca-kecelakaan juga sempat viral di media sosial. Dari video tersebut truk pengangkut terlihat ringsek di bagian depan.

Sementara beton tiang listrik yang dibawa terlepas dari tempatnya dan menembus kaca depan mobil Yaris di bagian pengemudi hingga bagian belakang mobil.(*/wan)

Prajurit Korem 045/Gaya Latihan Penanggulangan Bencana Alam
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Pangkalpinang, Kupasonline -- Prajurit Korem 045/Gaya  latihan penanggulangan bencana alam, di Taman Mandara, Jumat 6/12.

Kasiops Korem 045/Gaya, Mayor Arh Rimba Anwar mengatakan, tujuan dari kegiatan  yang dilaksanakan untuk melatih kemampuan prajurit Korem khususnya dan memberi bantuan kepada pemerintah daerah apabila ada bencana.

"Latihan ini memang kita sengaja buat untuk untuk melatih sinergitas antara korem dengan pemerintah setempat apabila kita terjadi bencana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.

Latihan yang digelar ini berupa latihan evakuasi, penyelamatan serta mengembalikan  situasi dan kondisi masyarakat yang terkena musibah kaena bencana alam.

"Peran TNI sendiri seperti yang diatur dalam undang undang nomor 34 tahun 2004 mengenai perbantuan TNI kepada pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan, operasi militer selain perang, TNI ikut membantu pemerintah daerah apabila terjadi bencana alam kita wajib memberi bantuan apabila diperlukan pemerintah daerah.

"Mengenai perlengkapan khusus yang diperlukan apabila ada bencana, pihak kita berkoordinasi dulu dengan pihak SAR dan dan BPBD, dan mengenai masalah Tim medis kita berkoordinasi dengan dinas Sosial dan dinas Kesehatan" ujarnya.

Rimba mengatakan, pihaknya tidak bisa berdiri sendiri apabila ada bencana alam, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi, kita harus bersinergi dengan pemerintah setempat.

"Harapan dengan terselenggara rangkaian kegiatan penanggulangan bencana alam ini, sewaktu waktu ada bencana kita sudah siap dan harus berkoordinasi apa, siapa dan berbuat seperti apa serta saling berkoordinasi, tetapi kita tidak berdoa untuk terjadi bencana,"katanya.

Sementara itu, Letkol Kav Joko Sunarto selaku perwakilan dari Kodam II Sriwijaya mengatakan, tugasnya mengawasi pelaksanaan latihan penanggulangan yang dilaksanakan Korem 045/Gaya.

"Saya pribadi melihat atau menilai tadi saya sudah keliling mulai dari penyelamatan sampe dengan evakuasi termasuk juga penyiapan logistik saya melihat pelaksanaan latihan ini berjalan dengan baik," ujarnya.

Korem sudah menyiapkan dengan baik dan maksimal, koordinasi dan sinergitas dengan pemerintah sudah berjalan bagus.(*/wan)

Tradisi Lepas Sambut Komandan Kodim 0718/Pati
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Pati, Kupasonline -- Tradisi Lepas sambut pejabat Komandan Kodim 0718/Pati dilaksanakan di halaman Makodim 0718/Pati. Tradisi ini sekaligus dalam rangka penerimaan pejabat baru dan pelepasan pejabat lama. Dalam acara ini pejabat Komandan Kodim yang lama Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos secara simbolis menyerahkan Kuluk Kanigoro kepada Komandan Kodim yang baru Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE dihadapan anggota dan ASN Kodim Pati. Kamis, 05/12/2019.

Prosesi atau tradisi bagi pejabat lama dan pejabat baru Komandan Kodim 0718/Pati diawali dengan pengalungan rangkaian bunga dan dilanjutkan berjalan dengan penghormatan jajar dari anggota jaga.

Selanjutnya diadakan apel bersama Komandan Kodim yang lama dan baru serta dilanjutkan dengan penyerahan Kuluk Kanigoro sebagai simbol selesainya masa tugas Dandim lama. 

Dalam sambutannya Komandan Kodim yang lama Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota, ASN serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX  Kodim 0718/Pati atas dukungannya selama ini.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Kodim 0718/Pati yang telah mendukung selama saya menjabat Dandim Pati, selanjutnya saya dan keluarga mohon doa restu dalam mengemban tugas di satuan yang baru. Tak lupa saya dan keluarga  mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini," Ungkap Arief.

Arief pun berharap agar seluruh anggota tetap mendukung dan menjunjung loyalitas yang tinggi kepada pejabat Komandan Kodim yang baru Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE.

Sementara itu dalam sambutannya Komandan Kodim 0718/Pati yang baru Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE mengatakan terimakasih yang sebesarnya atas apa yang telah dilaksanakan oleh Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos selama ini.
"Selaku Komandan Kodim yang baru kami akan tetap menjaga nama baik Kodim 0718/Pati dan TNI dengan dukungan penuh dari keluarga Besar Kodim 0718/Pati," Ungkap Adi.

Selesai pelaksanaan apel dilanjutkan dengan pengantar tugas Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos dan Nyonya Ayu Respati Darmawan keluar dari Makodim 0718/Pati dengan bersalam salaman seluruh anggota, ASN dan Persit. 

Selamat jalan Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos untuk mengemban tugas yang baru sebagai Kabagbinsiapsat  Sdirbinsen Pussenarmed Kodiklatad dan selamat mendampingi suami di tempat tugas yang baru untuk Ny. Ayu Respati Darmawan. (mas)

Luas Ibu Kota Baru Diusulkan jadi 400 Ribu Hektare
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengusulkan penambahan luas lahan ibu kota baru dari 180 ribu hektare menjadi 400 ribu hektare.

Penambahan lahan ini diambil dari kawasan hutan dan lahan konservasi seperti Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. Sebab, menurutnya dengan memasukkan kawasan hutan lindung itu sebagai wilayah ibukota membuat hutan akan lebih terpelihara. Selain itu, ibukota pun lebih sehat karena dikelilingi hutan.

"Agar bernuansa green, modern, metropolis dan keberlanjutan dalam kelestarian lingkungan," jelas Gubernur saat menjadi narasumber pada Sarasehan Udara "Ibu Kota Baru Indonesia, Ibu Kota Kita Bersama" di Balikpapan, Rabu (4/12).

Tambahan lahan hingga 220 ribu hektare itu dimungkinkan karena kawasan hutan lindung di kawasan Sepaku dan Samboja luasan lahan adalah tanah negara.

Selanjutnya, Gubernur Isran Noor menambahkan infrastruktur penunjang pun sudah siap dan sudah dibangun. Sudah ada bandara dan pelabuhan, kemudian jalan tol sedang dibangun dan segera selesai.

Pada kesempatan ini Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat Kaltim membekali diri agar bisa bersaing dengan pendatang yang tertarik dengan ibukota baru tersebut.

"Jangan hanya jadi penonton," tegas Gubernur.

Sebab seiring dengan penetapan pemindahan ibukota baru negara tersebut, gairah perekonomian di Kaltim akan semakin meningkat.

Jika pembangunan infrastruktur ibukota baru tersebut sudah berjalan, maka akan ada dana masuk sekitar Rp60 triliun per tahun dari APBN saja. Belum lagi investasi-investasi lain.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Kaltim Brigjen Polisi Eddy Sumitro Tambunan mengatakan menyongsong keberadaan ibukota baru negara Polda Kaltim telah membentuk satuan tugas untuk mencegah terjadinya berbagai tindakan gangguan keamanan seperti konflik sosial hingga pencegahan adanya spekulan tanah.

"Kami juga menambah jumlah personel untuk mengantisipasi pertambahan penduduk ketika ibukota sudah pindah ke Kaltim. Bahkan, untuk Balikpapan sebagai kota penyangga utama sudah ditingkatkan dari Polres menjadi Polresta, jadi yang memimpin bukan lagi AKBP melainkan Kombes Polisi," kata Eddy.

Selain Gubernur Isran Noor, narasumber lain diantaranya Direktur Utama LPP RRI M Rohanuddin, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Walikota Balikpapan Rizal Efendi, Kadiskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid, Irdam VI Mulawarman Kolonel CZI I Nyoman Parwata dan Pembina Forum Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo.

Sarasehan udara ini juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan mahasiswa(*/wan)

Tangki Air Limbah di China Meledak, Sembilan Orang Tewas
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Sembilan orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam ledakan tangki air limbah di pabrik tekstil di taman industri Haining, Zhejiang, China.

Pihak berwenang mengatakan empat korban masih dalam kondisi kritis akibat tersetrum.

Dilaporkan South China Morning Post, Rabu (4/12), tangki berisi air limbah bekas celupan tekstil ukuran lebar tiga meter dan tinggi 15 meter itu meledak pada Selasa sore.

Air limbah dari tangki yang meledak tersebut menyebabkan banjir di area sekitar pabrik dan mencemari sungai.

Ledakan juga menyebabkan aliran listrik di perumahan sekitar pabrik terganggu. Jendela di beberapa bangunan juga ikut pecah.

Penduduk sekitar pabrik mengaku mendengar suara dentuman keras. Rekaman video yang beredar menunjukkan ledakan itu memicu kebakaran di dalam pabrik.

Akibat kasus ini, kepolisian telah menahan beberapa manajer senior perusahaan pemilik pabrik untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan dokumen publik, perusahaan tersebut berulang kali terseret hukum akibat berbagai pelanggaran regulasi.

Pada Juli, perusahaan itu dihukum oleh biro perlindungan lingkungan tingkat kota pemakaian limbah berlebihan. Pelanggaran yang sama dilakukan tiga bulan setelahnya.

Kemudian pada Agustus, perusahaan tersebut juga dihukum karena gagal menyimpan catatan resmi tentang bahan peledak dan bahan kimia beracun yang digunakan dalam proses pembuatan tekstil.

Perusahaan tersebut juga menghadapi permasalahan pajak dan penalti karena dianggap tidak dapat merawat peralatan pabrik dengan baik(*/wan)

Islam Terus Dibidik, Rezim Tambah Panik
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>

Oleh : Risnawati (Penulis Buku Jurus Jitu Marketing Dakwah)

Akhir-akhir ini isu radikalisme kembali menggema di seluruh Nusantara, tak terkecuali dalam ranah pendidikan, dari Kampus hingga PAUD bahkan Majelis Taklim. Isu pendidikan terpapar radikalisme bukanlah hal yang baru, pada tahun sebelumnya pun isu ini begitu massif dinarasikan oleh rezim yang berkuasa. Kini yang di bidik PAUD dan Majelis Taklim.
Dilansir dalam Jakarta - PP Muhammadiyah tak masalah majelis taklim harus terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Namun Muhammadiyah meminta pemerintah tak bersikap diskriminatif.

"Untuk kepentingan administrasi negara, terdaftarnya majelis taklim di Kemenag baik asal jangan jadi mempersulit dan diskriminatif," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, kepada wartawan, Sabtu (30/11/2019) malam. 
Dadang mengingatkan pemerintah agar jangan menjadikan pendaftaran majelis taklim itu sebagai jalan untuk mengawasi kegiatan masyarakat. Dadang meminta pemerintah tak 'alergi' dengan masyarakat yang berbeda paham keagamaan.

"Ya eksesnya itulah yang harus dijaga. Kalau hanya sampai terdaftar tidak apa. Tapi kalau sampai diatur dan diawasi sehingga mereka dipaksa harus mengikuti aliran keagamaan penguasa itulah yang harus dihindari. Penyeragaman paham keagamaan itu tidak baik. Bahkan melarang atau menutup majelis taklim karena berbeda dengan paham keagamaan pejabat kemenag itu yang disebut arogan atau memaksakan kehendak atau truth claim," tutur Dadang.
Diberitakan juga dalam Republika.Co.Id, Yogyakarta -- Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah menyayangkan pernyataan Wakil Presiden KH Maruf Amin yang mengindikasikan PAUD sudah terpapar radikalisme.Tudingan itu dinilai tidak dapat digeneralisir. 
Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini merasa tudingan itu bisa berdampak luas terhadap keberadaan PAUD di Indonesia.

"Berdampak luas terhadap keberadaan PAUD di Indonesia yang selama ini berkhidmat dalam mencerdaskan anak usia dini sebagai tunas bangsa yang diajari karakter yang mulia bagi masa depan Indonesia," kata Sitti Noordjannah
Tak habis pikir, mengapa yang diobok-obok seputar isu radikalisme sebagai alat menutupi kebobrokan yang sesungguhnya? Dilihat dari target dan modus operasi penguasa, sulit untuk dipungkiri bahwa yang dimaksud radikal itu adalah Islam. maka deradikalisasi yang dimaksud sebenarnya adalah de- Islamisasi. Menjadi pertanyaan bahwa, Mengapa seolah penerapan syariat ditakutkan. naiknya minat umat muslim untuk mengkaji agamanya justru menjadi momok dan ancaman? Atau jangan-jangan penguasa sadar bila mereka sendiri yang sebenarnya tak Islami?

Kapitalisme Global Biang Masalahnya
Kondisi dunia hari ini termasuk Indonesia berada dalam cengkeraman kapitalisme global. Maka isu Radikalisme adalah proyek barat untuk menjaga kepentingan mereka untuk menguasai dunia.

Kata Radikalisme sudah terbiasa terdengar di rezim saat ini. Ya, memang itulah isu yang membidik Umat Muslim saat ini setelah isu terrorisme gagal mematikan geliat umat Islam. Semenjak negara adidaya (Amerika) yang memimpin dunia memiliki presiden baru (Donald Trump), semenjak itulah Global war of Radicalism dimulai.

Donald Trump sudah tidak lagi menutupi permusuhannya terhadap Islam. Tidak seperti presiden sebelum-sebelumnya, mereka masih menggunakan isu Global war of Terrorism sebagai alat untuk membidik Umat Muslim. Namun, cara tersebut dirasa kurang efektif dalam membidik Umat Islam secara luas. Maka digunakanlah isu baru: Global war of Radicalism.

Agenda Amerika ini diawali dari melangsungkan Arab Islamic America Summit atau KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Arab Islam Amerika yang dilaksanakan di Riyadh, Arab Saudi pada bulan Mei 2017 yang lalu. Agenda tersebut diikuti oleh 55 pemimpin negeri Muslim dan Amerika yang membahas mengenai pemberantasan terorisme dan radikalisme. Melalui agenda tersebut, para pemimpin negeri Muslim diminta untuk bekerjasama dalam memberantas terorisme dan radikalisme.

Agenda tersebut berdampak besar bagi kelangsungan Umat Muslim di dunia. Dengan keloyalannya terhadap Amerika, Arab Saudi bahkan memecat ribuan Imam Masjid yang terindikasi memiliki pemahaman radikal. Mereka menunjukkan bahwa seolah-olah kata radikal memiliki makna negatif yang hanya bisa ditujukan kepada kaum Muslim. Padahal, menurut KBBI kata radikal merupakan segala sesuatu yang sifatnya mendasar sampai ke akarnya atau sampai pada prinsipnya. Berdasarkan definisi tersebut, muslim radikal berarti orang Islam yang melasanakan ajaran Islam kaffah (menyeluruh). Sebutan Islam radikal hanya ditujukan kepada Umat Muslim yang taat terhadap syariat Islam. Tidak ada yang salah dengan istilah ini, sejatinya.
Pemerintah Indonesia juga tak kalah dalam memerangi paham radikalisme. Menangkal radikalisme dan Intoleransi sebagai masalah besar yang ada di Indonesia. Cara yang diambil pemerintah dalam menangkal radikalisme dengan target utama melalui pendidikan dan pemuda akan berpengaruh besar bagi bangsa Indonesia. Pemikiran yang di dapat melalui proses pendidikan akan mempengaruhi tingkah laku manusia. Sedangkan pemuda merupakan tonggak bangsa untuk melanjutkan kehidupan bernegara di masa depan. Dua hal tersebut diperkirakan sukses untuk menjadi agen dalam rangka memberantas radikalisme dan intoleransi yang ada. 
Begitu pula Islamofobia berlanjut dengan dimunculkannya Khilafah sebagai bahasa yang bermasalah. Hal ini dalam rangka menghadang kebangkitan Islam. Kenapa Khilafah dimusuhi? Karena hanya Khilafah yang bisa menghentikan hegemoni barat atas dunia Islam.” Radikalisme ingin menjadikan islamofobia untuk melenyapkan pemikiran ideologi Islam. Bagaimana mungkin mereka memisahkan ideologi yang melekat dengan akidah Islam. 

Jadi proyek besar barat saat ini adalah gerakan pemojokkan Islam dengan isu radikalisme hakekatnya adalah gerakan anti Islam. Padahal Islam adalah solusi atas semua persoalan manusia dan Khilafah adalah ajaran islam yang akan mempersatukan umat Islam dengan menerapkan semua hukum Islam. Lalu, atas dasar apa memusuhinya ?

Kembali Kepada Islam
Memang benar bahwa orang-orang kafir akan terus memusuhi Islam dengan apapun caranya, termasuk melalui pemimpin-pemimpin Muslim yang sepakat menjadi agen untuk membungkam Umat Muslim sendiri. Mereka senang jika Umat Muslim jauh dari agamanya. Hal tersebut telah diberitakan oleh Allah dalam beberapa firmannya, salah satunya melalui surat As-Shaff ayat 8 yang berbunyi: Mereka (orang-orang kafir) bermaksud memadamkan cahaya agama ALLAH dengan perkataan-perkataan mereka, tapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya (agama)-Nya walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukainya.

Allah SWT telah mengingatkan bahwa manusia sering memandang suatu perbuatan itu baik, padahal ia amat buruk dan sebaliknya mengatakan sesuatu itu buruk, padahal ia baik. Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 216:Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 

Semua isu radikalisme dan intoleransi ini semata-mata hanya akan menjauhkan Umat Islam dari agamanya sendiri, sehingga kita akan takut menjalankan Syariat sesuai Al-Quran dan As-Sunnah yang diperintahkan oleh Allah SWT, Sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta ini. Nyatanya, mereka yang menggelontorkan isu ini sangat takut akan kebangkitan Umat Islam yang akan meruntuhkan kekuasaan mereka di muka bumi seperti pada masa kekhalifahan yang wilayahnya 1/3 dunia. 

Padahal, bangkitnya umat Islam justru akan membawa rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya umat Islam, non Islam dan alam semesta pun akan merasakan kebaikan saat Syariat Allah yang sempurna ini diterapkan secara mengakar, menyeluruh tanpa terkecuali. Inilah perubahan radikal yang akan menyelamatkan negeri ini, dunia dan akhirat. Ingatlah! Isu radikalisme adalah upaya untuk menghalangi kebangkitan Islam dan hanya digunakan kepada Islam saja, tidak bagi yang lain. Wallahu alam.(*)

Polisi Periksa Anak dan Istri Kedua Hakim Jamaluddin
Friday, December 06, 2019

Diposkan oleh On Friday, December 06, 2019

>


Medan, Kupasonline -- Polrestabes Medan memeriksa istri kedua dari Hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Jamaluddin yang ditemukan tewas di dalam mobil diduga dibunuh. Anak dari istri kedua Jamaluddin pun telah diperiksa.

"Penyidik memintai keterangan istri kedua dari korban di Nagan Raya Aceh," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto, Kamis (5/12/2019).

Saat ini status istri kedua Jamaluddin masih sebagai saksi. Penyidik juga telah memeriksa Ketua PN Medan, panitera, Humas PN Medan, hingga sejumlah hakim di PN Medan dan staf dari hakim Jamaluddin.

Namun, Eko belum mau merinci hasil pemeriksaan mereka. Dia hanya mengatakan kepolisian bakal terus mengusut tuntas.

"Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan intensif kasus ini, mohon doanya," tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua PN Medan Abdul Aziz mengatakan bahwa Jamaluddin tengah mengurus sekitar 17 berkas perkara. Seluruh berkas akan dialihkan ke hakim lain usai Jamaluddin ditemukan tewas.

"Beliau ini, hampir sama dengan seluruh hakim di PN Medan ini, hampir 300-an atau 200-an setahun seorang hakim memeriksa perkara. Jadi memang banyak. Jadi nanti akan diganti hakim yang lain," tuturnya.

Aziz lalu membantah kabar bahwa hakim Jamaluddin sempat masuk kantor sebelum ditemukan tewas pada pada Jumat lalu (29/11). Dia memastikan itu usai memeriksa absen manual, finger print dan rekaman CCTV.

"Beliau hari Jum'at itu tidak masuk kantor. Pada Jumat itu kegiatan olahraga bersama sengaja ditiadakan, karena ada kegiatan sosialisasi tentang e-legislasi di Pengadilan Tinggi di Medan. Pas sosialisasi pun beliau tidak ada," paparnya.

Humas yang juga Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado Warna Hitam BK 77 HD, Jumat lalu (29/11). Dia ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB di perkebunan sawit Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Saat ditemukan, mobil Jamaluddin berada di jurang. Kondisi mobil rusak di bagian depan lantaran menabrak pohon sawit.

Posisi Jamaluddin berada belakang bangku supir tepatnya di bawah tempat duduk. Korban saat ditemukan mengenakan pakaian olahraga berwarna hijau yang bertulisan PN Medan.

Hingga saat ini, Kepolisian telah menerima 22 orang saksi. Kepolisian juga telah mengautopsi jasad Jamaluddin untuk mencari tahu penyebab kematiannya.

"Menurut hasil pemeriksaan labfor, jadi mayat sudah lemas kembali dan mulai lembab mengarah pada pembusukan. Artinya korban meninggal antara 12 sampai 20 jam (sebelum ditemukan). Ya kita nanti akan runtut dari sana, pelan-pelan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, di Medan, Rabu (4/12).(*/wan)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *