BPJS KETENAGAKERJAAN


SMK Muhammadiyah 1 Klaten Jawara Futsal Dandim Cup IV TA 2019
Monday, September 23, 2019

Diposkan oleh On Monday, September 23, 2019

>



Klaten, Kupasonline.com -- Pertandingan Futsal Piala Komandan Kodim 0723/Klaten Cup (Dandim Cup) ke IV Tahun 2019 tingkat Pelajar SMP/MTS dan SMA/SMK telah memasuki babak final pada hari Minggu tanggal 22 September 2019 yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Gelar Sena Kelurahan Jonggrangan Kecamatan Klaten Utara Kabupate Klaten, Minggu (22/09/19)

Dalam Final perebutan Juara 1 dan 2 tingkat SMP/MTS telah bertanding Tim Futsal dari SMP Negeri 1 Klaten melawan SMP Negeri 7 Klaten dengan skor 1 – 3 dan dimenangkan oleh SMP N 1 Klaten, sedangkan perebutan juara 3 dan 4 SMP N 6 Klaten melawan SMP N 1 Ngawen dan dimenangkan SMP N 1 Ngawen dengan Skor 0 – 1.

Sementara SMK Muhammadaiyah 1 Klaten berhasil menyabet  juara 1, yang telah duel final melawan SMA N 1 Prambanan dengan Skor 4 – 4 dan telah dilakukan adu pinalti skor unggul 3 – 1. Untuk juara 3 direbut SMA N 3 Klaten yang berhasil mengalahkan  SMA N 1 Karanganom dengan skor 3 - 2.

Pada kesempatan final tersebut turut hadir menyaksikan pertandingan Letkol Kav Minarso,S.I.P Komandan Kodim 0723/Klaten yang didampingi oleh Mayor Inf Sapto Budi dan Perwira Siaga Kodim Kapten Inf Sukatman yang juga sebagai Danramil 24 Klaten Utara.

Menurut Letkol Kav Minarso Futsal Dandim Cup ini telah dilaksanakan yang ke empat kalinya, dengan perserta dari SMP/MTS dan SMA/SMK se-Kabupaten Klaten, yang mana peserta tersebut adalah perwakilan terbaik dari masing masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten.

Dandim juga mengucapkan selamat kepada pemenang pertandingan Futsal Dandim Cup IV dan berharap agar prestasi yang diperoleh dapat ditingkatkan lagi pada even-evet yang lain, dan Tim yang belum mendapat Juara agar selalu giat berlatih lagi untuk menghadapi event selanjutnya.

“ jangan cepat berpuas diri dengan prestasi yang diraih, tetap selalu berlatih dan asah kemampuan untuk menghadapi pertandingan yang lain, “ tutur Dandim Klaten Letkol Kav Minarso, S.I.P.

Usai pertandingan Futsal akan dilanjutkan dengan Basket Piala Dandim Cup yang akan dimulai hari Selasa tanggal 24 September 2019 dan tetap dilaksanakan di Gor Gelar Sena Kabupaten Klaten. (Gat)

(Kodim Klaten IT).

Personel Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad Sigap Tangani Kebakaran
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Mahaulu, Kupasonline.com -- Sejumlah personel Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM kostrad bersama masyarakat dengan sigap berusaha mengatasi kebakaran lahan milik warga di desa Batu majang Kecamatan Long bagun Kabupaten mahakam Ulu, Minggu (21/09/2019).

Musim kemarau yang melanda di wilayah Mahakam Ulu khususnya akhir-akhir ini telah mengakibatkan titik-titik api yang terpantau di dinas BMKG. Kebakaran tersebut telah melalap perkebunan milik masyarakat.

Para anggota Satgas Yonif Raider 303/SSM Kostrad berusaha memadamkan api dengan alat seadanya bersama masyarakat dan menjinakkan api dengan cara menggunakan mesin air.

Dalam keterangannya Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM kostrad Lettu Inf Honest Marlin, S.T.Han. menyampaikan bahwa kebakaran telah melalap perkebunan milik warga dan hampir membakar rumah warga yang berada diebelahnya, api dengan cepat meluas seiring dengan musim kemarau yang berkepanjangan yang membuat tanaman kering dan sangat mudah terbakar diperparah dengan angin yang berhembus kencang, namun kita beruntung api dapat segera kita tangani sehingga tidak meluas lebih jauh membahayakan pemukiman warga.


Pasi Intel Satgas Yonif Raider 303/SSM kostrad juga menghimbau kepada warga agar berhati-hati melakukan pembakaran lahan dan sampah yang dapat merembet menjadi kebakaran besar, pastikan api sudah dalam keadaan padam saat meninggalkan kebun, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat menimbulkan potensi kebakaran.

Danrem 091/ASN Sebagai Nara Sumber Dalam Acara Talk Show
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Kutai Kartanegara, Kupasonline.com -- Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) sebagai nara sumber dalam Acara Talk Show  ”Kebangsaan”  dalam rangka HUT TNI Ke 74 dan HUT Keluarga Besar FKPPI Ke 41 Tahun 2019 di wilayah Kab. Kutai Kartanegara yang  bertempat di Hotel Grand Elty di jalan Pahlawan Kel.Timbau Kec.Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara Sabtu, (21/9/2019).

Talk Show dengan Tema Kebangsaan ”Sumber daya alam dan Ketahanan Nasional” Rakyat Harus Bagaimana“.

Dalam acara talk show tersebut di hadiri Nara sumber Danrem 091/Asn Brigjen TNI Widji Pasetijono,  DR. AJi Dedi Mulawarman Akademisi Univ. Brawijaya Malang dan DR. Aji Sofyan Effendi Akademisi Univ Mulawarman Samarinda dan acara tersebut yang di pandu oleh Moderator Nastiti S.Lestari.

Dalam penyampainnya Danrem 091/ASN mengatakan “ Bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dan jaya dengan kekayaan alam yang ada dari Sabang hingga Merauke yang telah dikaruniakan Tuhan dengan beragam kekayaan alam berupa emas, batu bara, minyak bumi, gas alam, nikel, bahkan hutan yang luas yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak, di mana kekayaan alam tersebut telah diatur dengan baik dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi, “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar – besar untuk kemakmuran rakyat dan TNI pun berkomitmen membantu negara untuk mencegah segala tindakan dari pihak mana pun yang menyebabkan rakyat tidak mempunyai kesempatan atau akan kehilangan haknya dalam menikmati kekayaan alam.

Selanjutnya DR. Aji Dedi Mulawarman, SE, SP, MSA Pengamat ekonomi dan bisnis Universitas Brawijaya Malang, Bahwa Indonesia sebenarnya belum siap untuk membangun Ibu kota baru di Kaltim karena masih banyak permasalahan yang belum bisa diselesaiakan, Salah satu contoh permasalahan yang di hadapi bangsa indonesia saat ini adalah masuknya tenaga kerja asing di wilayah Indonesia yang sangat banyak, hasil studi menunjukkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur hanya menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,24 persen ke wilayah tersebut.  Selain Kalimantan Timur, provinsi yang mendapat berkah pertumbuhan ekonomi dari pemindahan ibu kota adalah Kalimantan Selatan dan Papua Barat.

Dr. Aji Sofyan Effendi, SE, M.SI menambahkan bahwa ada tiga elemen dasar terhadap ketahanan nasional yaitu ketahanan SDA, Ketahanan Fiscal da ketahanan SDM, ekonomi Kalimantan juga sangat rentan karena di dominasi oleh ekspor yang di dorong oleh harga batu bara yang menurun yang mengakibatkan begitu banyak perusahaan batu bara kolaps dan Pembangunan terhadap jalan tol Balikpapan – Samarinda yang panjangnya sekitar 99 kilometer serta jembatan Pulau Balang yang tidak rampung- rampung dikerjakan hingga saat ini, Ini salah satu contoh saja bagaimana Dana Bagi Hasil dari dua sektor migas dan batu bara tidak berpihak banyak pada daerah penghasil. (Gat)

Sumber Penrem 091/ASN

Anggota Koramil 0808/04 Sanankulon Berpartisipasi Mendukung Gerakan Karya Bhakti Massal Sampah Se-Dunia Word Cleanup Day
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Blitar, Kupasonline.com -- Dalam rangka mendukung gerakan karya bhakti massal sampah Se-Dunia Word Cleanup Day (WCDI) Anggota Koramil 0808/04 Sanankulon jajaran Kodim 0808/Blitar mengerahkan sejumlah personelnya untuk berperan serta melaksanakan karya bakti kebersihan lingkungan desa bertempat di Desa Plosoarang Kec. Sanankulon Kab. Blitar Jawa Timur, Minggu (22/09/2019)

Dalam kegiatan tersebut Anggota Koramil 0808/04 Sanankulon bersama instansi terkait bahu membahu bersama membersihkan lingkungan desa.

Danramil 0808/04 Sanankulon Kapten Chb Arif Naryanto saat ditemui menyampaikan keikutsertaan Anggota Koramil 0808/Blitar guna mendukung gerakan karya bhakti massal sampah Se-Dunia Word Cleanup Day (WCDI) yang ada di Kabupaten Blitar dalam menciptakan lingkungan yang bersih sehingga lingkungan akan menjadi sehat dan nyaman.

Kegiatan ini juga bentuk Sinergitas TNI dengan Pemda beserta masyarakat guna mendukung dan mensukseskan gerakan karya bhakti massal sampah Se-Dunia Word Cleanup Day (WCDI)" ungkap Danramil.

Lanjut Danramil 0808/04 Sanankulon "kegiatan Ini juga merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan khususnya kesadaran dalam menjaga kebersihan salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.

"Mari kita budayakan peduli kebersihan lingkungan, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan apa lagi membuang sampah di sembarang tempat" tandasnya (*/Gat).

Babinsa Gembleng Kedisiplinan Kepada Linmas, Apa Tujuannya
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Surakarta, Kupasonline.com -- Babinsa Kelurahan Tipes Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta Serka Sugiyono dan Sertu Sarmin Laksanakan Pembinaan Linmas di wilayah Kel. Kelurahan Tipes Jl.Cokrobaskoro III No.13 Rt 02  Rw V Kelurahan Tipes Kecamatan Serengan. Minggu (22/9/2019).

Tidak mengenal hari libur Babinsa Selalu aktif dalam pembinaan kewilayahan. perlindungan masyarakat atau Linmas. menurut peraturan menteri dalam negeri nomor 84 tahun 2014, Linmas adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa/ kelurahan yang beranggotakan warga masyarakat, yang dulu dikenal sebagai anggota Hansip (Pertahan Sipil) dengan Ciri khas seragam hijau muda lengkap dengan topi dan bersepatu boot dengan beragam atribut yang dikenakannya.

Mereka biasanya hadir di tengah-tengah kegiatan warga di sebuah wilayah. Biasanya pula mereka membantu menjaga keamanan dan ketertiban, supaya kegiatan yang dilakukan masyarakat berjalan lancar.

Peningkatkan kwalitas Linmas Babinsa selalu adakan pembinaan secara berkala bertingkat dan berlanjut "Ungkap" Serka Sugiyono (Babinsa Kel.Tipes). (*/Gat)

Babinsa Pajaran Kodim Madiun Bantu Poktan Sido Makmur Pasang Pipa Saluran Irigasi
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Madiun, Kupasonline Babinsa Pajaran Serda M. Shodiq, Koramil 0803/09 Saradan, Kodim 0803/Madiun, peduli membantu anggota Poktan Sido Makmur melaksanakan pemasangan pipa saluran air irigasi di Dusun Petung, Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun, Minggu (22/9/2019).

Serda M. Shodiq mengatakan, Pemasangan pipa dilakukan bersama para pengurus Kelompok Petani (Poktan) Sido Makmur dan petani pemilik sawah. "Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan pasokan air sekaligus meningkatkan produksi padi di Desa Pajaran, serta dalam turut serta mendukung program swasembada nasional," jelasnya.

“Pemasangan pipa ini berfungsi untuk menghindarkan kebocoran penyaluran air irigasi ke areal persawahan petani seluas 45 Hektare (Ha) di Dusun Petung, Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun yang saat ini ditanami padi varietas Ciherang dan Hibrida dan telah berusia dua bulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Serda M. Shodiq mengungkapkan, “Dengan pemasangan fasilitas pipa tersebut, suplai air irigasi dapat lebih menjamin sampai ke areal sawah milik petani, tidak mengalami kebocoran sebagaimana yang selama ini sering terjadi. Sehingga ada jaminan pemenuhan oncoran air irigasi tanaman padi, dapat diwujudkan,” imbuh Serda M. Shodiq. (Gat)

Diduga Akibat Putung Rokok 0,5 Hektare Lahan Terbakar
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Barabai Kalsel, Kupasonline.com -- Kembali kebakaran terjadi di Hulu Sungai Tengah tepatnya di Kampung Hangkinkin kecamatan Hantakan,pada Minggu (22/9/2019).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 Wita diduga akibat putung rokok yang buang sembarang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dengan sigab anggota TNI dari Koramil 1002-07/Pagat, Anggota Polsek Hantakan serta warga masyarakat memadamkan api dengan dibantu oleh Pemadam Kebakaran Tanjung Pura Batu Benawa.

Setelah berjibaku kurang lebih tiga jam lebih, api berhasil dipadamkan.

Sementara Danramil 1002-07/Pagat Kapten Inf Andi Tiro, usai melakukan pemadaman kebakaran lahan, menghimbau kepada warga masyarakat yang perokok agar tidak sembarangan membuang putung rokoknya.

Dimusin kemarau saat ini, tanaman dan rerumputan serta semak belukar mengalami kekeringan, api sekecil apapun bisa menjadi besar kalau dibiarkan, untuk itu mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, hutan  dan lahan kita agar tidak terbakar dari orang-orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab,"tegas Andi Tiro. (Gat)

(Pendim1002).

Saka Wira Kartika Ikut Serta Dalam Gotong Royong Di Lokasi Kebakaran Hilir Banua
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Barabai Kalsel, Kupasonline.com -- Keberadaan SWK (Saka Wira Kartika) pangkalan Kodim 1002/Barabai selama ini telah banyak membantu TNI yang ada di wilayah Hulu Sungai Tengah.

Kali ini sebanyak 10 orang anggota Saka Wira Kartika Ranting 5 Koramil 1002-05/Pandawan ikut serta dalam kegiatan   karya bakti gotong royong di lokasi kebakaran 9 unit Rumah di desa Hilir Banua RT.002 RW.002 Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,pada Minggu (22/9/2019).

Keikutsertaan anggota Saka Wira Kartika dalam gotong royong di lokasi kebakaran Hilir Banua ini merupakan salah satu wujud kepedulian SWK  kepada warga yang sedang tertimpa musibah,"ujar Serka Moh. Shaleh (pembina SWK).

Masih menurut Moh.Shaleh, bahwa anak-anak Saka Wira Kartika Ranting Koramil 1002-05/Pandawan juga melakukan aksi  penggalangan dana bagi warga korban kebakaran, dana yang terkumpul 100% disumbangkan kepada korban musibah kebakaran dalam bentuk Pakaian, Kasur, Lemari Plastik, Tikar dan Sembako, serta sudah diserahkan beberapa hari lalu,"terangnya. (Gat)

(Pendim1002).

Koramil Kartoharjo Madiun, Bersama Satlinmas Dan Masyarakat peduli Lingkungan
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Madiun, Kupasonline.com -- Dalam menciptakan lingkungan yang sehat, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup mengadakan lomba Go Green and Clean tingkat Kecamatan, agar masyarakat makin peduli dengan lingkungan.

Anggota Koramil 0803/15 Kartoharjo, Kodim 0803/Madiun bersama Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan masyarakat Kelurahan Kelun malaksanakan kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dan selokan, Minggu (22/9/2019).

Kepala Kelurahan Kelun Sucipta mengatakan, kebersihan lingkungan tidak akan terwujud tanpa kesadaran masyarakat. Untuk itu mari memulai kebiasaan hidup bersih dan sehat dari hal yang terkecil. Misalnya, dengan membuang sampah pada tempatnya.

"Kompetisi Go Green and Clean ini untuk mencari pemenang ditingkat kecamatan. Selanjutnya seleksi tingkat kota, yang menang juara 1, 2 dan 3 pada tingkat kota, akan diusulkan maju ke tingkat provinsi," jelasnya.

Sementara itu Danramil 0803/15 Kartoharjo, Kodim 0803/Madiun Kapten Chb Loso yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pihaknya akan selalu mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan Kota Madiun yang aman dan bersih.

"Kita mendukung penuh kegiatan ini, karena memang perlunya pemahaman dan contoh langsung kepada masyarakat agar gerakan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan benar-benar terwujud dan dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat,” tandasnya. (Gat)

Sinergitas Apwil Banyumas dan Masyarakat Sigap Atasi Karhutla Lereng Barat-Selatan Gunung Slamet
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Banyumas, Kupasonline.com -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Barat  Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merambat ke wilayah Banyumas.

Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra selaku IC Comander penanggulangan Karhutla Banyumas mengatakan karhutla sudah dua hari masuk ke wilayah Banyumas, melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas), yang merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke Selatan, mengarah ke wilayah Banyumas, masuk di Petak 58 D wilayah Perhutani. "Karhutla yang masuk ke wilayah Banyumas terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera," kata Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra,  Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, penanganan ini perlu dilakukan segera karena karhutla mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut.

Dikatakan Dandim, pihaknya pada hari Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla. "Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar," jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia, kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

"Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu," jelasnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

"Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung serta pihaknya bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan", tukasnya.

"Sampai Sabtu pagi (21/9), tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer," terangnya.

Candra mengatakan, penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

"Dalam pembuatan sekat, pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi. Ini langkah-langkah yang sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko," tambahnya.

Saat ditanya mengenai jarak posko menuju lokasi kebakaran, dia mengemukakan berdasarkan estimasi dan informasi dari masyarakat, jika berjalan kali membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan. "Tim pertama sampai di Check Point 2 itu enam jam. Untuk menuju lokasi yang kita rencanakan membuat posko itu kemungkinan sampai delapan jam," lanjutnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di lereng Barat-Selatan Gunung Slamet yang diharapkan tidak meluas ke hutan rimba dan tidak lagi merambat hingga ke Purbalingga lagi. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan bulan September 2019.

Diketahui bahwa titik api memasuki kawasan hutan pada Kamis (19/9) pukul 07.00 WIB di koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT petak 58D-10, RPH Karanggandul, BKPH Gunung Slamet Barat, Hutan Lindung vegetasi Rimba Alam, Wilayah KPH Banyumas Timur, Administratif Kabupaten Banyumas.

"Pada Sabtu (21/9) Pukul 09:00 WIB, Team 1 yang berada di pos 4 jalur Baturraden Lama, melaporkan telah melihat titik api pada 400 meter arah barat laut spesifik koordinat 7⁰15’48,75” LS dan 109⁰11’17,58” BT *petak 58D-12*, RPH Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat.
Untuk Tim 1 belum dapat langsung menjangkau titik api karena kendala kondisi georgafis dan topografi medan yang sulit.
Selanjutnya Posko dengan Team 1 melakukan koordinasi dan pemetaan serta perencanaan strageti penanganan kebakaran. Kemudian, pada Pukul 12:00 WIB,  Team 1 melaporkan sebaran api memanjang 600 – 700 meter, tinggal terlihat kepulan asap. Jarak pandang 400-500 meter pada Koordinat 7⁰15’18,00” LS dan 109⁰12’05,00” BT Ketinggian 2.661 mdpl. Pada pukul 15.00 WIB, Tim 1 berhasil padamkan api, dan selanjutnya seluruh tim kami tarik turun dikarenakan perbekalan yang menipis", terangnya.

Disampaikan Dandim Banyumas, penanganan Karhutla dilereng barat selatan Gunung Slamet akan kembali dilanjutkan hari Minggu (22/9) untuk antisipasi kemungkinan api menyala lagi menuju puncak dan berpotensi menyeberang hingga jalur Gunung Malang.

Menyinggung tentang areal yg terbakar dan kerugiannya, Dandim menyampaikan, areal yang terbakar di Petak 58D-10, 58D-11 dan 58D-12 seluas 15,00 ha dengan kerugian Rp 112.500.000,-", pungkasnya. (Gat)

HIPKI Sumbar Gelar Dapodik dan Akreditasi LKP Se- Sumbar 
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>




HIPKI Sumbar Gelar Dapodik dan Akreditasi LKP Se- Sumbar 

Padang, Kupasonline- Dewan pimpinan Daerah HIPKI Sumatera Barat menggelar acara Dapodik dan Akreditasi LKP Se- Sumatera Barat, selain itu juga pemberian award kepada tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Sumbar. Sabtu (21/9) Hotel Daima Padang. 

Kegiatan ini di hadiri oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Alfikri, SE, M.Si, Kepala BP Paud Dikmas Provinsi Sumbar Drs.H. Affrizal Mucthar, MP.d, ketua Ban Paud PNF Provinsi Sumbar Drs. H. Yunirwan, M.Pd, Walikota Payukumbuh H. Rizal Falepi, Ketua HIPKI Sumbar Drs. Rosman. 

Ketua HIPKI Sumbar Rosman, menyampaikan Workshop ini bertujuan untuk pengisian Depodik secara online yang diikuti oleh peserta LKP se- Sumatera Barat yang mempunyai masalah Dapodik pada lembaga kursusnya masing-masing, sekaligus mengajukan LKP Akreditasinya. Pungkas Rosman 

Ia berpesan kepada peserta pada saat workshop agar membawa Leptop, paket Internet dan peralatan lainya yang dibutuhkan pada saat workshop berlangsung. Paparnya Kegiatan workshop ini berlangsung selama dua hari, Sabtu minggu (22_23) yang mana pada hari ini akan dilakukan HIPKI Award yang akan diberikan kepada tokoh Pendidikan Sumbar yang telah berjasa pada dunia Pendidikan"ungkapnya. 

"Pengisian Dapodik juga menjadi syarat utama dalam pengajuan program bantuan pemerintah dan menjadi indikator penilaian keaktifan LKP dalam melaksanakan kursus dan pelatihan". 

Selanjutnya Adib Alfikri Kepala Dinas Pendidikan Sumbar sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan workshop Dapodik, ini merupakan partisipasi masyarakat yang kita butuhkan dalam rangka kemajuan dan pengembangan pendidikan.



ia juga menghimbau seluruh stakeholder yang berada di lingkungan dinas Pendidikan atau di dunia pendidikan untuk dapat meng update, meningkatkan kopetensi diri agar siap pakai dalam era digitalisasi, pintanya saat membuka secara resmi workshop Dapodik dan Akreditasi LKP se- Sumbar. 

Ditambahkan Irvan Kudus, SE Sekretaris HIPKI Sumbar menyampaikan, HIPKI merupakan Himpunan Lembaga Kursus yang ada di Sumbar, DPP HIPKI berada dipusat, DPD di Sumbar, dan DPC - DPC berada di masing-masing Kabupaten dan Kota. jelasnya Irvan Kudus. 

"HIPKI ini bergerak pada lembaga Kursus dan Pelatihan, pada lembaga kursus terdapat dua program yaitu reguler dan pemerintah, untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat melatih diri, dan membuka pelatihan, atau mendaftar pada lembaga-lembaga yang ada program pelatihannya".imbaunya (hri)

Warganet 'Panggil' Jokowi soal Langit Merah di Jambi
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Pengguna media sosial atau netizen di Twitter ramai mengungkapkan simpatinya terkait fenomena langit merah di Jambi yang terjadi Sabtu (21/9) siang. Beragam reaksi mereka menanggapi peristiwa itu.

Tak hanya rangkaian kata-kata, banyak yang juga turut mengunggah video yang menunjukkan langit merah tersebut. Beragam doa bahkan tuntutan kepada Presiden RI Joko Widodo pun tak luput disebut dalam cuitan netizen.

Salah satunya adalah @zunishofiyn yang mengunggah video dan narasi keprihatinan. "Ini sore bukan malam. Ini Bumi bukan Planet Mars. Ini Jambi bukan di luar angkasa. Ini kami yang bernafas dengan paru-paru, bukannya dengan insang. Kami ini manusia butuh udara yang bersih, bukan penuh asap."

Selain itu terdapat juga unggahan dari @BeraniOposisi yang mengatakan, "@jokowi jangan santai-santai aja. Sekarang Jambi langitnya sudah memerah karena asap. Mau menunggu korban nyawakah? Kerahkan semua sumber daya yang ada. Kesehatan dan nyawa rakyatmu sedang terancam. Kalau gak sanggup mundur lebih baik."

Terdapat juga cuitan dari @yourhusbandd, "Sad banget liatnya.. yang di Jambi jaga kesehatan ya liatnya ngeri banget."

Fenomena langit merah terjadi pada Sabtu (21/9) siang di Muaro Jambi. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo Soetarno fenomena langit merah kemarin disebut dengan fenomena Mie Scattering atau Hamburan Mie.

Agus mengakui bahwa langit merah tersebut berhubungan dengan titik api di Muaro Jambi yang sangat tinggi.

"Ini data tadi pagi di Muaro Jambi, terjadinya hotspot 430 yang validitasnya di atas 80 persen. Jadi memang di sana banyak sekali titik api," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/9).

Hotspot tersebut menghasilkan asap dan debu yang berterbangan. Partikel itu terkena pantulan sinar matahari darn berubah menjadi berwarna merah. Disebutkan Agus, partikel dari debu tersebut menyerupai panjang gelombang warna merah dan oranye.(*/wan)

Memilukan, Ibu Muda dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Kamar Indekos
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Kepolisian Sektor Pancoran tengah menyelidiki kasus kematian seorang ibu muda dan bayi yang baru dilahirkannya di sebuah kamar indekos lantai dua kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2019 pagi.

Kapolsek Pancoran Kompol Endang Arifi mengatakan, perempuan muda itu bernama Atika Febriyani (25) yang ditemukan dalam posisi terlentang, sementara jasad bayi ditemukan dalam kondisi sudah keluar dari rahimnya.

"Korban diduga meninggal dunia sewaktu melahirkan kehabisan napas, dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari dua hari," ujar Endang.

Dilansir Antara, jasad ibu dan bayinya itu pertama kali ditemukan tetangga indekos sebelah kamar, yang mencurigai adanya bau tak sedap di sekitar kamar kos-kosan Belalang Rawajati, Pancoran.

Kamar tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam. Dari lubang jendela, terlihat korban bersama bayinya yang baru dilahirkan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Ketua RT dan anggota Polsek Pancoran kemudian mendobrak pintu kamar dan mengeluarkan jenazah.

"Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Selanjutnya, mayat dikirim ke RS Fatmawati Jakarta Selatan untuk visum," ujar Endang.(*/wan)

Saking Luasnya, Nia Ramadhani Nyasar di Rumah Sendiri
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Melalui saluran YouTube sahabatnya, Jessica Iskandar, Nia Ramadhani bercerita tentang pengalaman lucu saat masih berpacaran dengan anak pengusaha sukses, Ardi Bakrie.

Saat pertama kali datang ke rumah Ardi Bakrie, Nia Ramadhani mengaku sempat tersesat. Ia tak bisa mengingat jalan keluar karena ukuran rumahnya yang begitu besar.

"Jadi harusnya kan kalau keluar itu kan ke kiri. Tapi aku ke kanan," kata ibu tiga anak tersebut di konten YouTube Jessica Iskandar yang diunggah belum lama ini.

Sejak menikah, rumah mewah itu pun ditempati Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan ketiga anaknya, Mikhayla, Mainaka dan Magika.

"Syok, kaget. Tapi sekarang sudah hafal dong," papar Nia Ramadhani pada Jessica Iskandar.
Tak hanya itu, yang juga bikin Jessica Iskandar terkagum-kagum adalah tempat tidur Nia Ramadhani yang memiliki ukuran 4 meter. Ia memiliki alasan sendiri mengapa memilih kasur dengan ukuran besar.

"Ardi itu kalau tidur kakinya ke sana ke sini. Sudah gitu anak aku ada tiga. Jadi dipikirkan kalau nanti tidur bareng-bareng," ia mengakhiri.(*/wan)

Mobil Dibobol Saat Salat Jumat, Ini Kerugian Rico Ceper
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Kabar kurang mengenakkan datang dari Rico Ceper. Presenter kocak itu mendapat musibah usai mobilnya dibobol maling pada Jumat (20/9/2019).

Musibah itu terjadi ketika Rico Ceper sedang menjalani salat Jumat di sebuah masjid. Betapa terkejutnya Rico ketika mendapati kaca mobilnya pecah dan tasnya raib.

Yang membuat Rico Ceper sedih, tas yang digondol maling tersebut berisi dokumen penting berupa kontrak kerja dan buku tabungan. "Sekitar 11.45 WIB saya datang mau salat Jumat sampai sekitar 12.45 WIB. Dugaan lagi salat Jumat, itu lagi sepi kan," ujar Rico Ceper saat dihubungi via telepon, Jumat (20/9/2019).

Rico Ceper mengaku sama sekali tak menyimpan curiga ketika memarkir mobil. Pasalnya ia sudah bertahun-tahun memarkir kendaraan di masjid tersebut, dan tak pernah terjadi hal-hal buruk.

"Yang parkir mobil di situ puluhan, biasa. Saya parkir di situ dari 2008 sampe 2019 aman-aman saja. Saya ya. Saya baru pertama kali kejadian di situ ya," ia mengakhiri.(*/wan)

Kodim 0110/Abdya Gelar Karbak HUT TNI, Pesertanya Capai 1000 Orang
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Abdya, Kupasonline.com -- Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 TNI, Kodim 0110/Abdya menggelar kegiatan Karya Bhakti pembersihan pantai, terpusat di pantai Jilbab Desa Ujong Serangga Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Sabtu 21 September 2019.

Bersinergi dengan acara bersih-bersih sedunia, Karya Bhakti (Karbak) ini diikuti sekitar 1000 orang dari berbagai komponen, meliputi TNI-Polri, Muspida, ASN, LSM, Ormas, Pramuka dan pelajar serta lapisan masyarakat dalam kabupaten.

Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, S.T., M.T. menyebutkan, dipilihnya pantai Jilbab sebagai sasaran Karbak karena pantai Jilbab adalah salah satu destinasi wisata daerah Abdya. Dandim prihatin, pantai yang terkenal cantik dengan pasirnya yang putih ini keadaannya kotor penuh dengan tebaran sampah plastik.

"Kita berharap setelah dilakukan pembersihan massal ini, masyarakat pun sadar tidak lagi membuang sampah sembarangan terutama di pantai Jilbab," terangnya.

Pantauan, hanya dalam waktu 2 jam sampah plastik yang bertebaran di lokasi langsung bersih. Dengan semangat para peserta mengutip sampah, lalu dikumpulkan di satu titik dan kemudian diangkut oleh beberapa unit mobil bak sampah.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH berserta perwakilan Kapolres Abdya Kabagops AKP Haryono, para SKPK, dan Persatuan Dharma Wanita Abdya.

Tidak ketinggalan anggota Persit KCK Cab. XXXII Dim 0110/Abdya yang diketuai langsung Ny. Anizar Rasyid juga turut ambil bagian dalam kegiatan karya bhakti tersebut. (*/Gat)

TNI Gotong Royong Di Lokasi Kebakaran Hilir Banua
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>



Barabai Kalsel, Kupasonline.com -- TNI dan Rakyat adalah bagian yang tak dapat dipisahkan sebagai kesatuan yang utuh dalam sejarah Bangsa Indonesia. Dimana TNI takkan ada bila tak Rakyat. Rakyat dalam kesulitan TNI selalu ada untuk membantu dan mengatasi kesulitannya.

Sesuai dengan amanat  8 Wajib TNI yang ke delapan yaitu mampu menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya, Anggota TNI dari Kodim 1002/Barabai dan Yonif 621/Mtg melaksanakan Karya Bakti gotong royong di lokasi kebakaran 9 unit Rumah di desa Hilir Banua RT.002 RW.002 Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,pada Minggu (22/9/2019).

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Anggota TNI sebanyak 30 orang, 45 orang  masyarakat Hilir Banua  dan 15 orang  anggota Pramuka Saka Wira Kartika Pangkalan Kodim 1002/Barabai.

Seperti disampaikan oleh Plh.Pasiter Kodim 1002/Barabai Kapten Inf Moh.Alip Suroso bahwa kegiatan karya bakti gotong royong ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia tahun 2019.

Taka hanya melaksanakan karya bakti, dalam rangka memperingati HUT ke 74 TNI tahun 2019 Kodim 1002/Barabai juga melaksanakan bakti sosial, seperti Donor Darah dan Pengobatan Massal gratis,"terangnya.

Sedangkan  Pembakal Hilir  Banua M.Fakhriadi saat dikonfermasi terkait Kegiatan TNI,  mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih dengan kehadiran TNI membantu masyarakat kami yang terkena musibah, ini dapat memberikan motivasi dan semangat bagi warga kami yang terkena musibah kebakaran.

Lebih lanjut Fakhriadi menyampaikan sampai saat ini kami masih menggalang dana melalui posko yang sudah didirikan, bantuan dari para relawan dalam bentuk uang kami jadikan bahan bangunan seperti. Batu, Pasir, Semen, Atas Seng, Kalsibut, Kayu, Tanah Uruk,"tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Suryadi salah satu warga korban kebakaran, sangat mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI dari Kodim 1002/Barabai dan anggota Yonif 621/Mtg telah membantu kami merehap rumah,"katanya. (Gat)

(Pendim1002).

Syahriwal Anggota Komando Inti Pemuda Pancasila Solok meninggal dunia
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>

Foto Almarhum Syahriwal anggota Koti MPC PP Kab. Solok
Kupasonline, Solok -- Innalilahiwainailaihi rojiun..Keluarga Besar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Solok Sumbar berduka.

 Pasalnya, Syahriwal (32) salah seorang Anggota Komando Inti (Koti) MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Solok, meninggal dunia, di kediamanya di Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Minggu (22/9) sekitar pukul 04.45 wib.

    Almarhum Syahriwal meninggal dunia dirumah kediamanya di Taratak Pauh Sungai Nanam itu, akibat satu penyakit yang dideritanya.

  Kabar duka tentang berpulangnya Almarhum Syahriwal itu, awalnya diinformasikan oleh Pengurus MPC PP Kabupaten Solok Novri Datuak, ke Komandan Komando Inti (Dankoti) MPC PP Kabupaten Solok, yang langsung menyebar luas di grup watsapp (WA) Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Solok.

   " Kita kehilangan salah seorang kader terbaik Komando Inti dan doa kita semua arwah Almarhum Syahriwal ditempatkan ditempat yang terbaik disisiNya yakni syurga taman firdaus" tutur Ketua MPC PP Kabupaten Solok Lamud Wijaya kepada media ini, di Solok, Minggu (22/9).

   Lamud Wijaya menyebutkan, Almarhum Syahriwal meninggal dunia di rumahnya di Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam, selama ini terkenal sangat aktif di MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Solok.

   Sebagai seorang kader Komando Inti kata Lamud Wijaya mengemukakan, Almarhum Syahriwal selalu hadir disetiap kegiatan acara Pemuda Pancasila. 

   Baik itu diacara yang digelar diilingkungan MPC PP Kabupaten Solok atau giat acara yang diadakan oleh MPW PP Sumbar, Almarhum selalu aktif hadir diacara acara PP.

  " Makanya kita semua Keluarga Besar Pemuda Pancasila sangat kehilangan dengan berpulangnya Rekan Juang kuta Almarhum Syahriwal" tutur Lamud Wijaya.

   Sementara itu, informasi yang dihimpun media ini dari rumah duka di Taratak Pauh Nagari Sungai Nana menyebutkan, jenazah Almarhum Syahriwal yang meninggalkan seorang isteri bernama Orin dan dua oran putri ini, akan dimakamkan di pandam pekuburan keluarganya di Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada Minggu (22/9) siang. (jay).
   

Tiga Balita Anak TKI Tak Berizin Dipulangkan dari Taiwan
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Kementerian Luar Negeri RImemulangkan tiga balita yang merupakan anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa izin resmi dari Taiwan pada Jumat (20/9). 

"Ketiga balita yang dipulangkan merupakan anak dari PMI perempuan yang bekerja secara tidak resmi di Taiwan," ujar Eva Odameng selaku perwakilan dari KDEI Taipei yang mengantar anak-anak tersebut dari Taiwan, berdasarkan keterangan tertulis dari Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Joedha Nugraha, Sabtu (21/9) 

Menurut Eva, ketiadaan izin resmi dan status keimigrasian orang tua dari tiga balita itu membuat mereka tak bisa mendapatkan jaminan kesehatan di Taiwan. 

"Selain tidak bisa mendapatkan akses jaminan kesehatan dari otoritas Taiwan, anak-anak ini juga rentan diadopsi secara sepihak karena ketidakjelasan statusnya," ucap dia. 

Pihaknya pun memulangkan ketiganya sesuai amanat UU tentang Perlindungan Anak. Setibanya di Indonesia, ketiga balita tersebut diserahterimakan ke Kementerian Sosial. 

"Untuk selanjutnya menjalani program reintegrasi dengan keluarganya di daerah asal," imbuhnya. 

Berdasarkan pemantauan KDEI Taipei, jumlah anak PMI yang lahir di Taiwan terus meningkat. Anak-anak PMI tersebut banyak dititipkan ke panti asuhan yang sebenarnya bukan khusus anak. Karena jumlahnya yang terus meningkat, panti asuhan tidak lagi dapat menampungnya. 

"Ditengarai sebagian besar dari anak-anak tersebut lahir di luar nikah dari Ibu WNI tanpa ijin tinggal resmi. Kondisi ini menyulitkan pemenuhan hak-hak anak, antara lain identitas diri dan pendidikan," kata Eva. 

Didi Sumedi, Kepala KDEI Taipei, mengatakan pencegahan hal-hal semacam ini bisa dilakukan lewat pemberian pengetahuan soal hukum di negara tujuan kepada PMI. 

"Dan memahami dampak negatif perkawinan tidak resmi terhadap kesejahteraan anak," lanjutnya. (*/wan)

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan magnitudo (M) 6,4 terjadi di wilayah Maluku Tenggara Barat pada Minggu (22/9) pukul 02.53 WIB. 

Dikutip dari akun Twitter resminya, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. 

"Gempa magnitudo 6,4 pada 22 Septeber 2019, pusat gempa di laut 165 Km barat laut Maluku Tenggara Barat, kedalaman 11 Km," kicau BMKG. 

Lokasi gempa sendiri berada pada koordinat 6,66 Lintang Selatan (LS) dan 130,6 Bujur Timur (BT). Gempa itu dirasakan dengan skala MMI I-II di Saumlaki. 

"Tidak berpotensi tsunami," imbuh BMKG.(*)

Asap Karhutla Buat 13 Ribu Warga Tanah Datar Menderita ISPA
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>


Jakarta, Kupasonline -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan(karhutla) membuat 13.571 warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sejak tiga bulan terakhir.

Kepala Dinkes Tanah Datar Yesrita mengatakan jumlah korban tersebut terjadi pada Juli sebanyak 4.534 kasus, Agustus 4.631 kasus, dan September 4.406 kasus.

"Jumlah tersebut diperkirakan bisa saja bertambah mengingat kabut asap yang masih menyelimuti Tanah Datar," kata dia seperti dilaporkan Antara, Sabtu (21/9).

Ia mengatakan dari sebanyak 4.406 kasus ISPA yang ditemukan hingga 20 September tersebut, kasus yang paling banyak ditemukan itu berada di Kecamatan Lintau Buo Utara dan Kecamatan Limo Kaum.

Yesrita merinci ada 184 kasus ISPA ditemukan di Puskesmas Lintau Buo Utara 1 dan sebanyak 188 kasus di Puskesmas Limo Kaum 1. Kendati demikian ia mengatakan tidak seluruh penderita ISPA mau memeriksakan kesehatan ke Puskesmas.

Untuk meminimalisasi dampak dari kabut asap tersebut, pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan ke setiap Puskemas bagi warga setempat. Masyarakat, kata dia, diharapkan menghindari paparan kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker jika keluar ruangan, dan tidak membakar sampah sembarangan.

Sementara, kabut asap yang cukup tebal dan kualitas udara yang tidak sehat membuat Pemda Tanah Datar sesuai arahan bupati meliburkan untuk sementara waktu proses belajar mengajar di sekolah mulai Sabtu 21 hingga 23 September 2019.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat, Wan Dayantolis mengatakan udara di Sumatera Barat masuk level 'tidak sehat'.

Wan mengungkapkan konsentrasi polusi partikulat (pm10) di Sumatera Barat sudah menunjukkan angka 260 mikrogram per meter kubik.

Angka ini, kata dia, sudah melebihi ambang batas konsentrasi partikulat yang diperbolehkan di udara ambien yakni 150 mikrogram per meter kubik. Kemudian indikator kekeruhan udara atau Atmosphere Optical Depth (AOD) menunjukkan angka 1,6. Nilai di atas 1 berarti udara sudah tercemar partikulat debu dan asap akibat kebakaran. (*/wan)

Jalur Sepeda di Jakarta, antara Harapan dan Realita
Sunday, September 22, 2019

Diposkan oleh On Sunday, September 22, 2019

>

Warga memanfaatkan jalur sepeda yang berada di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/9). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)

Jakarta, Kupasonline -- Matahari hampir terbenam di sisi barat. Berbagai jenis moda transportasi masih terlihat wari-wiri di sekitar Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9).

Tidak ketinggalan sepeda yang sesekali terlihat melintas di jalur berwarna hijau yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Pangeran Diponegoro.

Di salah satu sudut Taman Suropati, seorang pria tengah duduk sambil memegang telepon selulernya. Namanya Iman (27). 

Kala itu ia tengah beristirahat setelah mengayuh sepeda dari rumahnya di Kemayoran dan melewati sejumlah jalan di Jakarta hingga akhirnya tiba di Taman Suropati. 

Dengan sepeda berkelir hitam, Iman melewati sejumlah ruas jalan ibu kota yang kini sudah memiliki jalur sendiri. 

Iman merupakan salah satu pengayuh setia sepeda. Sehari-hari ia menggunakan sepeda untuk mengantarkannya ke kantor yang lokasinya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.

Namun sayangnya, Iman menilai keberadaan jalur sepeda di Jakarta belum berfungsi secara efektif, meskipun Pemprov DKI Jakarta menambah 17 jalur sepeda sepanjang 63 kilometer di ruas-ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap belum lama ini.

Menurut dia, jalur sepeda sering beralih fungsi menjadi tempat sejumlah pengemudi ojek online untuk menunggu penumpang. 

Bahkan, menurutnya, jalur sepeda juga sering dilewati oleh moda transportasi lain. Pembatas jalan untuk membedakan jalur sepeda dan kendaraan lain pun, kata Iman, banyak yang sudah tidak pada tempatnya lagi.

Setidaknya, ia mengaku, hal itu terlihat di sepanjang jalur sepeda yang dilaluinya hari ini dari Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Enggak efektif (jalur sepeda) karena pakai conedari Monas sampai Bundaran HI  banyak yang sudah disingkirin, banyak juga dipakai tempat pangkal ojek online," kata Iman saat ditemui di Taman Suropati, Sabtu (21/9).

Ia pun menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta untuk membuat mengganti pembatas jalur sepeda dengan pembatas yang digunakan di jalur TransJakarta. Menurutnya, pembatas seperti itu akan membuat penggunaan jalur sepeda lebih efektif.

Iman pun berharap penambahan jalur sepeda yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat semakin meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi.

"Semoga lebih banyak jalurnya (sehingga) banyak orang yang bakal tertarik naik sepeda ke kantor," ujar dia.

Bantu Pedagang Kopi Keliling

Sementara itu, Awi (28), pedagang kopi keliling, mengaku senang dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta menambah jalur sepeda ruas jalan ibu kota. 

Menurut dia, kebijakan itu sangat membantu berjualan kopi dengan menggunakan sepeda.

"Jalur sepeda sangat membantu kami," katanya.

Awi mengatakan, melewati jalur sepeda membuat dia merasa lebih nyaman dan aman saat berkendara seperti ke kawasan Kuningan atau Menteng yang merupakan lokasi sehari-hari berjualan kopi.

Ia mengaku kekhawatiran akan ditabrak oleh kendaraan lain saat bersepeda berkurang saat melaju di jalur sepeda. "Iya, merasa lebih aman," ucap pria asal Madura tersebut.

Ia pun berharap, Pemprov DKI Jakarta terus menambah jalur sepeda ruas jalan ibu kota agar pedagang kopi seperti dirinya semakin merasa aman.  "Harapan (jalur sepeda) makin banyak biar masyarakat terus pedagang kopi seperti saya senang lah begitu," katanya.(*/wan)

H.Alfirmansyah,Resmi Kembalikan Formulir PDI-P dan PAN
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>

Saat H. Alfirmasyah (aspek)  kirim kembali formulir ke DPC. PAN Muratara. 

Kupasonline.com,Lubuk Linggau --
Setelah mengembalikan formulir pendaftaran ke PDI-Perjuangan, H.Alfirmasyah(Apek)sebagai Calon Bupati Musirawas Utara (Muratara),Jumat (20/9/19) kemarin.

Tadi pagi, Sekitar pukul 09.00 wib,Sabtu (21/9/19)  WIB bertempat di Sekretariat DPC Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Muratara,H. Alfirmansyah atau akrab disapa Apek, secara resmi mengambil formulir pendaftaran Calon Bupati Muratara ke Partai PAN.

Di jelaskan nya“Ini bukti keseriusan saya untuk maju di dalam pilkada” uungkapnya.

Ia  mengharapkan kontestasi pilkada Muratara dapat berjalan lancar,di harapkan nya agar nantinya yang resmi diusung partai dapat menjaga kondusifitas di masyarakat terutama di muratara.

Di tambahkanya“Ini proses politik yang harus dilalui tahap demi tahapannya secara prosedural.Tapi yang paling penting dari semua proses demokrasi ini, adalah masyarakat supaya kita ajarkan untuk cerdas berdemokrasi,”jelasya.

H.Alfirmansyah(Apek) berharap, agar Partai Amanat Nasional (PAN), dapatkan mengusung dirinya dalam pilkada Muratara nanti.

“Tentu kami meginginkan PAN memberikan dukungan dengan mengusung kita.Tapi, semuanya kita  kembali kepada keputusan DPP,PAN,melalui DPC ,PAN yang ada di kabupaten Muratara ini.

Ditambahkanya,kita akan sesuaikan visi misi partai , dengan program yang akan kita sampaikan ke pada  masyarakat karena kita punya Visi dan Misi yang untuk memajukan kabupaten yang kita  cintai ini” pungkasnya.(Tim/Herly)

Polrestabes Medan Sedang "Buru" Ayubi Pelaku Penipuan Toko Putra Ponsel Pancur Batu
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>



Medan, Kupasonline.com -- Kepolsian Resort Kota Besar Medan (Polrestabes Medan ) saat ini masi terus memburu "Ayubi" (Terlapor) dalam kasus dugaan penipuan penjualan kartu internet smartfren terhadap toko Putra Ponsel di Pancur Batu .

Hal tersebut di konfirmasi awak media kepada penyidik yang menangani kasus tersebut ( 21/9/2019) pagi , Brigadir Rudi selaku Penyidik dalam kasus tersebut  menjelaskan kepada awak media bahwa dalam kasus tersebut  Polrestabes Medan sudah dua kali mengirimkan surat panggilan terhadap terlapor , namun terlapor tidak menghadiri panggilan tersebut , akan tetapi saat ini kami sudah mengeluarkan surat perintah membawa , kami sedang memburu keberadaan pelaku ,pungkas penyidik saat dikonfiramsi oleh wartawan.

diberitakan sebelumnya bahwa "  Toko Putra Ponseldi Kecamatan Pancur Batu yang menjadi langgganan pengambilan Kartu Paket Internet Selular “Smart Fren” dari Cv Smartindo yang berkantor di jalan Asoka Trade Center Ring Road No. 7, Jl. Gagak Hitam, Asam Kumbang, Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara 20133.

Pada bulan september 2018 yang lalu menjadi korban Penipuan oleh salah seorang karyawan CV.SMARTINDO bernama Sallahudin Al Ayubi Siregar Alias Ayubi , dimana hal tersebut belakangan ini menjadi perbincanagan hangat di kalangan para pengusaha Ponsel di kecamatan Pancur Batu dan sekitarnya .

Begitu lah yang di ceritakan oleh Putra pemilik toko ” Putra Ponsel “ yang mengaku merugi puluhan juta rupiah karena di di tipu oleh seorang karyawan yang mengaku dari Cv Smartindo sebanyak Rp 10.000.000 Rupiah .

“ saya sudah lama berlangganan dengan Cv Smartindo . sudah puluhan juga saya berbelanja disana , belum perah ada masalah , namun akhir ini menjadi masalah dibuat karyawan meraka yang bernama ayubi .

Putra menuturkan Begitu lah yang di ceritakan oleh Putra , seorang onwer toko Putra Ponsel yang berada di kecamatan pancur batu yang mengaku di tipu oleh seorang karyawan yang mengaku dari Cv Smartindo sebanyak Rp 10.000.000 Rupiah .

Putra menceritakan , “ bahwa pada sekitar bulan september 2018 yang lalu datang salah seorang karyawan CV Smartindo yang mengaku bernama “ Ayubi ke tokonya Putra Ponsel yang berada di Pancur Batu , kedatangan Ayubi tak lain ingin menarik Stok barang lama yang akan digantikan dengan stok yang baru / kuota yang lebih besar sesuai dengan instruksi dari kantor Cv Smartindo yang telah di informasikan perusahaan tempat ayubi bekerja melalui “ grup whatsapp “NS_01 Support CL 01 ” .

Karena didasari atas perintah perusahaan tempat ayubi bekerja , lantas Putra pun sebagai pengelola toko Putra Ponsel memberikan barang tersebut kepada ayubi tanpa ada rasa khwatir akan pengembailan barang tersebut kepada toko nya .

Dua bulan sudah berlalu , namun hal yang dijanjikan oleh ayubi atas perintah perusahaan tempatnya bekerja tidak menjadi nyata ,. Bahwa putra sudah beberapa kali mengkonfirmasi atas penggantianbarang tersebut kepada salah seorang yang berada di grub wa tersebut .

Merasa janggal akan hal tersebut , Putra pun menghubungi salah seorang manger di Cv. Smartindo.pemilik untuk menanyakan status barang yang dimaksud , namun Putra mengaku dijanjikan waktu 2 minggu oleh pihak Cv Smartindo .

Merasa kecewa akhirnya Putra Pun angkat bicara kepada awak media “ Salah satu atasan ayubi merespon bahwa barang tersebut masih dalam proses. 1 bulan kemudian tidak kunjung selesai juga, kemudian pemilik toko menanyakan kembali di grup tersebut dan direspon bahwa kartu tersebut akan seger dikembalikan. 2 minggu kemudian pemilik toko menanyakan kembali dan mendapat info bahwa sales tersebut sudah tidak bekerja lagi di Cv smartindo pemilik toko minta barang tersebut segera dikembalikan, akan tetapi pihak kantor ayubi mengatakan bahwa barang Putra Ponsel tersebut tidak sampai di kantor Cv . Smartindo . sebut Putra.

Putra Selaku Pemilik toko menanyakan barang tersebut kepada Rendra yang mengaku sebagai Manager ayubi tersebut, akan tetapi manager tersebut sepertinya buang badan dan miminta Putra untuk mendatangi sendiri rumah ayubi ,sedangkan Putra berdalih bahwa dirinya mengenai ayubi dikarenakan dia bekerja di Cv Smartindo , jadi untuk hal tersebut kami akan meminta pertanggung jawaban kepada pihak Cv Smartindo saja dan dalam waktu dekat kami akan membuat laporan atas hal ini ke pihak kepolisian .ungkap Putra. (Gat)

Sumber Leodepari

Komandan Task Force  Briefing  peserta TNI dalam Latihan Staf  Gema  Bhakti  2019
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>



Jakarta, Kupasonline.com -- Kolonel Inf Edwin Habel selaku Komandan Task Force Latihan Staf Gema Bhakti 2019 melaksanakan briefing kepada  peserta TNI terkait pelaksanaan kegiatan latihan  TNI dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di Hotel Raffles Kuningan Jakarta. Sabtu (21/9/2019).

Komandan Task Force mengajak peserta perwira TNI yang mengikuti latihan Staf Gema Bhakti 2019 ini dapat melihat  dan memahami hubungan komando dan staf, proses pengambilan keputusan militer berdasarkan penyiapan rencana dengan memperhatikan pertimbangan  keadaan medan, cuaca, musuh, kondisi dan sebagainya.

“It is not an about the result but the process " (bukan hasilnya tetapi prosesnya). Dalam pelaksanaan latihan ini yang penting dapat diambil manfaat dan  dapat digunakan dalam mendukung kegiatan di satuan, tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seorang perwira harus mampu mengembangkan pemikiran walaupun keadaan dilapangan sangat jauh dari yang direncanakan. Selain itu harus tahu  prosesnya  dalam membuat  mekanisme, alur pemikiran sampai dengan proses  membuat kesimpulan.

Sebagai Perwira TNI harus mampu  melaksanakan proses dan cara berpikir dalam pengambilan keputusan, dan memiliki keluwesan berpikir. Ada masukan yang bisa diambil dan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut  untuk belajar dalam mengambil keputusan, pungkas Kolonel Edwin. (Gat)

Sumber Puspen TNI

Kasus Wabup Rusma Yul Anwar Dinilai Terkesan Muatan Politik
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>






Pesisir Selatan, Kupasonline – Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Pesisir Selatan, Alber menilai bahwa persoalan yang menerpa Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar atas penetapannya sebagai tersangka kuat dugaan terkesan bermuatan politik.

Menurut Alber, sebagai kader Gerindra dirinya menilai saat ini Wakil Bupati Pesisir Selatan yang telah menjalani sidang perdana, Selasa (17/9) tengah menghadapi skema pembunuhan karakter.

Sebab, terangnya mantan Kepala Dinas Pendidikan itu, merupakan salah satu kandidat diunggulkan untuk Pilkada Pesisir Selatan tahun 2020 nanti.

“Ada kemungkinan hal ini dipolitisir oleh segelintir orang, namun kami sebagai sayap Gerindra akan turun untuk melakukan investigasi lebih lanjut mengenai jika adanya unsur politis terkait kasus ini. Sebab, Rusma Yul Anwar adalah Ketua sekaligus kader terbaik Gerindra untuk wilayah Pessel”, ujar Alber, Sabtu (21/9/19).

Ditambahkan Alber, dirinya juga menghormati jalanya proses hukum. Meski demikian, ia bersama tim nya tetap akan menyelidiki dan mencari tahu jika adanya muatan politis dan unsur permainan dibelakangnya.

“Saya menduga kuat ada permainan dibelakang kasus ini, namun saat ini kita berusaha memecahkan  dan mencari siapa – siapa orang yang berupaya menjatuhkan nama baik Wabub Rusma Yul Anwar”, papar Alber.

Selanjutnya, melalui media ini Alber menyampaikan agar yang terlibat dalam skema persoalan ini untuk dapat berpolitiklah dengan cerdas dan berintegritas.

"Berpolitiklah secara cerdas dan dewasa. Dengan upaya upaya pembunuhan karakter terhadap Wabub Rusma Yul Anwar yang dilakukan segelintir orang selama ini, terkesan menunjukan rasa takut kalah bersaing oleh Wabubh dalam pilkada Pessel mendatang”, tukas Alber.

Kemudian, Alber berharap Bupati Pesisir Selatan dapat memberikan pembelaan dan dukungan moril kepada Wakilnya Rusma Yul Anwar.

“Alangkah baiknya bila Bupati Pessel memberikan dukungan moril kepada Wakilnya, dukungan tersebut secara politis akan membuat masyarakat tidak pecah belah. Karena, Yul Anwar juga memiliki basis massa masyarakat pendukung yang banyak. Maka dari itu, kami berharap keharmonisan antara Bupati dengan Wakilnya dapat terjalin dan dilihat publik”, tandasnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra, Kecamatan Batangkapas, Heriyanto menegaskan bakal melawan siapa saja yang akan menzalimi kader partainya.

"Saya siap melawan kezaliman yang dihadapkan ke Partai Gerindra, khususnya di wilayah Pessel"tegasnya.

Kemudian, Ketua PAC Bayang, Edo juga memberikan dukungan moril terhadap persoalan yang menimpa Ketua DPC Partai Gerindra Pessel.

Sebagai kader, jelasnya gerindra terutama pengurus pimpinan anak cabang (PAC) Kecamatan Bayang sangat menjunjung tinggi regulasi hukum yang berlaku.

"Dan kami sangat prihatin dengan masalah yang dihadapi ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pessel. Untuk itu semangat loyalitas kepartaian kami tidak lengah dengan segala apa yang menimpa ketua DPC Kami. Dan kami berharap seluruh unsur partai Gerindra lain sadar dan peduli terhadap hal apa yang terjadi pada saat sekarang ini" jelasnya saat dibubungi media ini, Sabtu (21/9) di Painan.

Kemudian, Zul dari PAC Kecamatan Tarusan menuturkan kenapa semua permasalahan tersebut muncul dan masuk ke persidangan pada sekarang disaatnya fase Pilkada Pessel.

"Kami menilai bahwa permasalahannya ada kaitannya dengan sebuah kepentingan politik, sebab saya menilai ini adalah suatu direncanakan"tukasnya (nic)

Hubungan Anak dengan Keluarga Ayah “Babako”
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>


Padang, Kupasonline -- Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sangat kaya akan budaya dan adat istiadat nya. Masyarakat di Sumbar pada umumnya merupakan suku Minangkabau, juga memiliki perbedaan adat dan budaya meskipun itu tersebar di 19 kabupaten/kota. Namun secara eksistensi nya, adat yang dipahami itu memiliki makna yang sama. Begitu juga soal babako, merupakan salah satu adat istiadat yang ada di Minangkabau.

Seorang Budayawan, Seniman dan Pengajar Indonesia, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, yang akrab disapa Mak Katik itu menjelaskan, bahwa bako atau babako merupakan hubungan seorang anak yang lahir dari pasangan suami istri asli/keturunan orang Minang. Hubungan yang dimaksud di sini, ialah hubungan anak dengan pihak keluarga ayah. Adanya bako, hal ini dapat dipahami dari sistem kekerabatan keturunan anak yang berdasarkan garis keturunan ibu, yang disebut dengan sistem matrilineal.

“Meski mengikuti garis keturunan ibu, bukan berarti hubungan anak dengan pihak keluarga ayah terputus. Dengan adanya bako ini, hubungan anak dengan pihak keluarga ayah akan terus terjalin, mulai dari lahir hingga berakhirnya kehidupan di dunia ini. Bako nya ini, menyebutkan anak itu yakni anak pusako, anak pisang atau anak ujung emas,” kata Mak Katik, saat ditemui kemarin, Senin (20/2/2017).

Menurutnya, persoalan hubungan bako kepada anak pisang nya ini, yang disebutkan mulai dari sejak lahir hingga akhir hayatnya itu, karena pihak bako ikut berkewajiban mengisi adat dan budaya atau menyelenggarakan suatu acaranya khusus  yang terdiri dari empat hal yaitu, upacara turun mandi atau penyelenggaraan aqiqah, upacara khitanan (ada juga tidak melaksanakannya), upacara perkawinan, dan penyelenggraan kematian.

Upacara Turun Mandi

Dulu, kondisi kehidupan masyarakat minang tidak seperti ini.  Contohnya, sungai, dulu sungai merupakan segala hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yakni mandi, mencuci, dan bahkan buang air, karena tidak dulu rumah-rumah penduduk tidak memiliki kamar mandi. Di saat ada seorang ibu yang melahirkan bayi, maka untuk memandikan bayi itu harus dibawa ke sungai. Di sini lah muncul adat atau budaya turun mandi bagi bayi yang baru lahir.

Bagi masyarakat Minang, tujuan upacara turun mandi dilaksanakan untuk mensyukuri nikmat atas bayi yang baru lahir. Upacara turun mandi ini juga beriringan dengan penyelenggaraan aqiqah terhadap bayi yang baru lahir. Turun mandi ini, artinya bayi yang lahir yang sudah berusia 40 hari dibawa ke batang aie (sungai) untuk dimandikan. 

Sebelum dibawa mandi ke sungai, ada sejumlah bawaan dan arak-arakan yang dilakukan. Namun, jika upacara turun mandi yang dimaksud dalam adat minang, apabila dibandingkan dengan dulu dan sekarang, terjadi perbedaan.

Sekarang, bayi yang lahir tidak diperlukan untuk dibawa ke sungai, karena di rumah sudah ada kamar mandi atau tempat mandi, sehingga kegiatan yang semacan turun mandi itu dikenal dengan aqiqah oleh kebanyak masyarakat minang saat ini. Bawaan dari bako untuk anak pisang nya (si bayi), tidak lagi berupa minyak tanah dan yang lainnya, akan tetapi berupaa sabun colek, minyak wangi bayi, dan pakaian untuk si bayi.

Mak Katik menyebutkan, sebenarnya tujuan dari turun mandi ketika itu adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah lahir keturunan baru dari sebuah suku atau keluarga tertentu. Sementara bagi si ibu bayi upacara ini sebagai ajang untuk keluar rumah pertama kali pasca pemulihan setelah melahirkan. Namun, terselenggaranya upacara itu, adanya bako.

Khitanan/Sunat

Sunat asu (Khitan/sunat) merupakan salah satunya hal yang harus dilakukan bagi seorang umat muslim, baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Di Minang penyelenggaran khitanan ini diselenggarakan dengan pesta (bagi yang mampu). Akan tetapi hanya untuk khitanan anak laki-laki, bukan untuk anak perempuan. 

Selain itu, pelaksanaan khitan ini juga tidak semua daerah di Sumbar yang melaksanakannnya. Ada juga yang melaksanakan khitanan tanpa pesta dan tidak memerlukan peran bako yang terlalu banyak, tetapi hanya mengundang warga setempat untuk melakukan doa bersama.

Sementara bagi daerah lain di Sumbar yang menyelenggarakan khitanan dengan pesta, dalam penyelenggaran khitanan ini bako sangat dibutuhkan, karena sebelum si anak di khitan/sunat, terutama akan dilakukan turun bako. Turun bako di sini, si anak terlebih dahulu pergi ke rumah bako nya. Di rumah bako, si anak akan disambut oleh sanak-saudaranya ayahnya, lalu dipakaikan pakaian marapulai (mempelai) laki-laki dalam adat minang.

Setelah memakai pakaian mempelai laki-laki, si anak yang hendak dikhitan itu dibawa ke rumah ibunya dan di arak-arak dengan hadiah yang dipersembahkan bako untuk anak pisangnya. Seperti sepeda atau perhiasan, serta bermacam jenis kue lainnya. Setelah sampai di rumah, maka tanggungjawab bako bisa dikatakan selesai. 

Pesta dalam khitanan ini, kebanyakan orang  di Ranah Minang akan menampilan musik tradisional, yakni bermain rabab. Musik rabab ini akan dimain setelah setelah adzan isya berlalu, dan berakhirnya musik rabab ini, menjelang azan subuh berkumandang.

Setelah dikhitan/sunat, anak laki-laki itu seiring waktu berlalu, ia akan tumbuh dewasa dan pria mapan untuk membangun kehidupan baru yakni menikah. Kini peran bako kembali dibutuhkan, mulai dari soal maminang.

Pernikahan

Sebelum ditentukan siapa pasangan dari anak pisang (pria/wanita), bako akan terlebih dahulu menanyakan kepada kedua orang tua si anak pisang. Tujuan bako untuk melakukan hal ini, untuk mengetahui siapa orang yang mendampingi anak pisangnya itu.

“Sebelum menikah, ada proses meminang. Di Minang, meminang itu tidak hanya mempertemukan kedua orang tua antara calon pengantin, akan tetapi juga mempertemukan antar kedua bako dari kedua calon pengantin. Dalam pertemuan itu, bako memiliki peran dan juga memiliki suara, soal setuju atau tidaknya calon pasangan hidup anak pisangnya.  Jika setuju, bako juga ikut andil dalam menentukan waktu pernikahan,” tegas Mak Katik.

Setelah adanya waktu yang pasti terkait akan dilaksanakannya pesta pernikahan, bako akan mempersiapkan segala hal untuk anak pisang nya (pria/wanita). Sehari sebelum hari pernikahan,  bako akan menjemput anak pisang nya untuk dibawa ke rumah bako. Perayaan penjemputan bako itu merupakan rangkaian dari pesta pernikahan yang akan dilangsungkan. 

Dengan telah dijemputnya si anak pisang yang akan menikah itu, maka  di rumah bako lah, pakaian marapulai/anak nya dipakai, baik itu mempelai pria atau wanita. Usai pakaian mempelai dipasang, anak pisang pun di antar kembali ke rumah ibunya. Proses ini menunjukan, bahwa bako yang merupakan pihak keluarga dari si ayah, telah mempersilakan anak pisang nya untuk menikah dengan pasangan hidupnya.

Penyelenggaraan Kematian

Mulai dari lahir, bako telah menyambut kehadiran seorang bayi yang dikenal si anak pisang. Dalam Adat Minang, hingga akhir hidupnya, bako masih memiliki tanggungjawab. Mak Katik menyebutkan, ketika anak pisang telah berpulang ke rahmatullah, maka bako lah yang akan mengantarkan kain kafan dan air 9 (dari 9 penghulu dari masing kaum/suku). 

Air 9 ini merupakan air yang diberikan dari 9 orang penghulu dari masing-masing kaum/suku dalam satu perkampungan. Air yang diberikan idaklah air yang aneh-aneh, melainkan air putih biasa yang bersumber dari air sumur.

Bako lah yang mengumpulkan air 9 itu, lalu dimasukan ke dalam botol. Air 9 dari 9 penghulu suku itu akan digunakan saat si anak pisang (jenazah) telah dikuburkan. Air tersebut akan disiramkan di sekujur tubuh permukaan kuburan si anak pisang yang telah dulu pulang ke rahmatullah.

Segala peran bako yang ada disetiap upacara, baik itu upacara baik atau buruk, merupakan adat atau tradisi oleh masyarakat minang yang hingga saat ini masih ada. Adat ini, bukan semacam ritual, selain adanya Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah. 

Hubungan bako dengan anak pisang bukan hanya sekedar adanya upacara, namun dalam kehidupan sehari-hari, anak pisang seakan telah menjadi anak bagi bakonya. Begitu dekatnya hubungan anak pisang dengan bako, karena dalam pemikiran masyarakat Minang, tanpa ada laki-laki, maka perempuan tidak akan pernah melahirkan anak dan menjadi seorang ibu. 

Kedekatan anak pisang dengan bako, tanpa membedakan jenis kelamin, maupun laki-laki atau perempuan, mereka berhak untuk kenal lebih dekat dengan bako. (*/wan)

Menyambut HUT TNI Ke- 74 dan HUT Ke- 69 Kodam IV/Diponegoro, Yonif 407/PK Gelar Kegiatan Karya Bakti
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>



Tegal, Kupasonline.com -- Dalam rangka menyambut HUT TNI Ke- 74 dan HUT Ke- 69 Kodam IV/Diponegoro serta HUT Tahun 2019, Yonif 407/PK menggelar kegiatan karya bakti pembersihan Pasar Trayeman Kabupaten Tegal. Kegiatan karya bakti kali ini mengangkat tema "Pasarku Bersih Rejeki Lancar,” Sabtu (21/09/2019)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, S.I.P. dan Pjs. Pasi Intel Yonif 407/PK Lettu Inf. Reiki Martin sebagai koordinator. Nampak hadir ±90 personel  yang terdiri Prajurit Yonif 407/PK, Anggota Kodim 0712/Tegal, Danton Sabara Polres Tegal Aipda Eko Aris beserta anggotanya dan Adminitrasi Satpol PP Pemkab Tegal Adi Artanto beserta anggota.

Adapun sasaran dalam kegiatan karya bakti tersebut adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman dengan melaksanakan pembersihan sampah yang berada di selokan-selokan, lorong-lorong pasar dan di area parkiran pasar.

Dalam sambutannya, Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Sutan Padapotan Sireger, S.I.P. menyampaikan bahwa kegiatan karya bakti yang diselenggarakan oleh Yonif 407/PK adalah dalam rangka menyambut peringatan HUT TNI ke- 74 dan HUT Kodam IV/Dip ke- 69 tahun 2019.

Ia berharap, semoga dengan adanya kegiatan karya bakti pembersihan lingkungan Pasar Trayeman dapat memberikan manfaat untuk masyarakat disekitar terutama bagi para pedagang dan pembeli yang berktifitas di pasar tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, melalui tema “Pasarku Bersih Rejeki Lancar” mencoba untuk berbagi tenaga kepada masyarakat Slawi dan sekitarnya dalam meningkatkan kebersihan di lingkungan pasar. “Disisi lain kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi Prajurit Yonif 407/PK kepada pemerintah daerah Kabupaten Tegal dalam mewujudkan kebersihan di lingkungan pasar,” ungkap Danyonif 407/PK.

Sebagai koordinator lapangan, Lettu Inf Reiki Martin berharap semoga kegiatan yang diselenggarakan tersebut dapat menjadi contoh kepada warga masyarakat Kabupaten Tegal akan arti pentingnya kebersamaan gotong-royong dalam meningkatkan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat sehingga dapat memberikan kenyamanan  untuk masyarakat dalam beraktifitas.

Disela-sela kegiatan tersebut, Nuryanti (43) salah satu warga Slawi Kabupaten Tegal mengucapkan terima kasih kepada Yonif 407/PK atas diselenggarakaannya kegiatan tersebut. Hal ini wujud kepedulian dengan masyarakat terutama dalam menjaga budaya bersih di lingkungan Pasar Trayeman.

Ia berharap, semoga antara anggota Yonif 407/PK, Polri, Aparatur Pemerintah Daerah dan warga masyarakat semakin kuat dalam menjaga kebersamaan sehingga kegiatan bersih-bersih pasar dapat dilaksanakan kembali dan berdampak positif bagi warga masyarakat. (Gat)

Bentuk Generasi Muda Perbatasan Yang Berkarakter, Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota Latih Saka Wira Kartika
Saturday, September 21, 2019

Diposkan oleh On Saturday, September 21, 2019

>



Malinau, Kupasonline.com -- Saka Wira Kartika adalah wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat sebagai patriot Bangsa yang setia, berbakti dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa dan tetap menjaga keutuhan NKRI.

Adalah  Babinsa Koramil 0910/03/Malinau Kota, Kodim 0910/Malinau  Sertu Safriansyah yang melaksanakan pembinaan rutin kepada anggota Saka Wira Kartika Kodim  0910/Malinau.

Kegiatan pembinaan ini berlangsung di Makodim 0910/Malinau Jl Pusat Pemerintahan Desa Malinau Hulu, Kec. Malinau Kota, Kab. Malinau, Kalimantan Utara Jum'at Sore (21/09/2019). 

Usai menerima pembekalan teori di Makodim, acara dilanjutkan dengan kegiatan praktek lapangan di Desa Malinau Hulu, Kec. Malinau Kota, Kab. Malinau,

Sejumlah 15 orang anggota Saka Wira Kartika Kodim 0910/Malinau  yang berasal dari Sejumlah SMA di Kab. Malinau ini  mengikuti kegiatan latihan krida mountainering.

Anggota Saka Wira Kartika juga berlatih praktek refling atau turun tebing yang di pandu langsung oleh Sertu Safriansyah.

Di Tempat terpisah, Danramil 0910/03 Malinu Kota Kapten Inf Mashuri A Bakari saat di wawancarai awak media mengatakan digelarnya latihan ini bagi anggota Saka Wira Kartika Kodim 0910/Malinau adalah sebagai salah satu upaya pembinaan pendidikan bela negara dalam membentuk kader generasi muda yang berkarakter, Khususnya di wilayah Kab. Malinau yang merupakan daerah perbatasan langsung dengan Malaysia. 

“Melalui kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan wawasan kebangsaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Bangsa guna menjaga Keutuhan NKRI, “ tandas Danramil. (Gat)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *