Kesaksian dari Mantan Debt Collector Pinjol, Menyesal Karena Hidup dari Sumpah Serapah Orang

×

Kesaksian dari Mantan Debt Collector Pinjol, Menyesal Karena Hidup dari Sumpah Serapah Orang

Bagikan berita
Sumber foto: Youtube Wani Tangi Channel
Sumber foto: Youtube Wani Tangi Channel

KUPASONLINE.COM - Youtuber pada kanal Wani Tangi Channel, ia mewawancarai seorang mantan debt collector (dc) pinjaman online (pinjol) dan menceritakan pengalamannya selama menjadi dc.Video berdurasi 17:06 telah ditonton oleh lebih dari 797 ribu pengguna YouTube sejak dirilis. Respons yang cukup signifikan dari warganet yang diduga menjadi korban intimidasi dari debt collector pinjol juga terlihat dalam komentar-komentar di bawah video tersebut.

Banyak dari warganet memberikan komentar positif, termasuk doa agar orang yang bekerja sebagai debt collector mendapat hidayah dan dapat mencari pekerjaan yang lebih baik dan sesuai dengan prinsip halal. Salah satu komentar warganet mengatakan."Semoga para DC mendapat hidayah dan bisa mencari pekerjaan yang lebih baik dan halal." katanya.

Saat ini, ketika ada kebutuhan mendesak yang melebihi pendapatan, banyak individu yang terpaksa melakukan pinjaman di platform pinjol karena merupakan langkah yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Namun, kurangnya perhitungan yang cermat dapat menghadirkan ancaman besar berupa bunga yang membebani.

Mantan debt collector tersebut bercerita tentang awal karirnya sebagai dc setelah lulus dari SMK.Kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan pada saat itu membuatnya beralih profesi menjadi dc.

Meskipun pada awalnya merasa puas dengan hasil yang diperoleh, ia juga merasakan penyesalan yang mendalam."Awalnya saya menjadi dc sejak lama, langsung dari SMK ke dc, saya sangat menyesal," ungkapnya.

"Kerjaan sebagai dc hanya sebatas menghina orang, gaji besar didapatkan hanya dengan menghina orang, padahal ketika bertemu dengan orang tersebut, saya tidak berani," tambahnya dengan ekspresi tertawa.Seiring berjalannya waktu, dia mulai menikmati pekerjaannya sebagai dc karena lingkungan kerjanya yang lebih baik dibandingkan dengan kantor pada umumnya.

"Saya merasa nyaman sebagai dc karena kami diberi makan setiap hari tanpa harus memikirkannya. Tidak ada persaingan antar karyawan, semuanya diperlakukan sama tanpa adanya perlakuan khusus dari atasan. Itulah mengapa saya cukup lama bekerja sebagai dc," terangnya.

Selain bekerja di layanan pinjol legal, dia juga memiliki pengalaman bekerja di pinjol ilegal. Namun, penyesalannya mulai terasa pada tahun keempat bekerja sebagai debt collector."Saya menyesal habis-habisan atas tindakan saya di masa muda yang hanya menghina orang dan menikmati uang tanpa dihargai," katanya dengan rasa penyesalan yang mendalam.

Salah satu faktor yang mendorongnya untuk berhenti sebagai debt collector adalah ketika dia sering dilontari sumpah serapah oleh nasabah."Saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dc setelah sering disumpah serapah oleh puluhan atau mungkin ratusan nasabah. Itu terus terpikir oleh saya, dan akhirnya saya memilih untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain," jelasnya.

Setelah berhenti sebagai dc, dalam 2 bulan pertama dia merasa lebih tenang dan dapat menikmati hidup tanpa terbebani oleh sumpah-sumpah dari nasabah."Setelah 2 bulan berhenti dari pekerjaan dc, hidup saya menjadi lebih tenang. Saya yakin bahwa meskipun saya resign dari pekerjaan yang memberikan penghasilan, rejeki sudah diatur oleh yang Maha Kuasa," ungkapnya.

Editor : Sri Agustini
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini