Ketua DPRD Sumbar Desak Gubernur Segera Bahas Perubahan APBD 2024 sebagai Langkah Tangani Dampak Bencana Alam

×

Ketua DPRD Sumbar Desak Gubernur Segera Bahas Perubahan APBD 2024 sebagai Langkah Tangani Dampak Bencana Alam

Bagikan berita
Ketua DPRD Sumbar Desak Gubernur Segera Bahas Perubahan APBD 2024 sebagai Langkah Tangani Dampak Bencana Alam
Ketua DPRD Sumbar Desak Gubernur Segera Bahas Perubahan APBD 2024 sebagai Langkah Tangani Dampak Bencana Alam

KUPASONLINE.COM - Bencana alam banjir dan longsor terjadi di Payakumbuh, Sumatera Barat, sejak Minggu 12 Mei 2024 sekitar pukul 21.00 Wib. Esok, bencana telah selesai, dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Di Payakumbuh, Rabu 15 Mei 2024, Jasman Dt. Bandaro Bendang menyampaikan hal ini kepada sejumlah wartawan. Dimulai dengan laporan masyarakat, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta anggota Forkopimda, menindaklanjuti insiden tersebut.

“ Dalam pembahasan komposisi Perubahan APBD 2024, ada di dalamnya pos BTT yang diperuntukan untuk penanganan bencana alam. Pada APBD induk 2024, BTT dianggarkan tidak banyak. Jika pembahasan perubahan APBD disegarakan maka bisa dilakukan penambahan untuk langkah perbaikan atau penanggulangan kerugian lainya,” kata Supardi saat diwawancarai, Selasa (14/5).

Ditegaskannya, perubahan APBD 2024 harus disegerakan mengingat kondisi saat ini. Disisi lain dirinya meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar melakukan kajian jangka panjang yang melibatkan seluruh unsur terkait hingga perguruan tinggi dalam membahas lingkup kebencanaan. Untuk itu,peta kebencanaan Sumbar wajib harus ada.

“ Tentunya peta kebencanaan itu harus dibuat oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga langkah antisipasi dengan pemetaan-pemetaan yang dibuat bisa berjalan lebih optimal,” katanya.

Dia juga meminta gubernur untuk melakukan evaluasi terkait eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Sumbar, Baik itu sektor pertambangan hingga perkebunan. Eksploitasi yang tidak teratur akan sangat berpotensi untuk memicu terjadinya bencana alam.

"Dengan berbagai rentetan bencana alam yang terjadi maka harus ada langkah-langkah besar dari gubernur untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat," katanya.

Dia juga menyoroti maraknya pembangunan yang terletak di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) salah satunya di kawasan Lembah Anai. Dari awal semua telah memprediksi, DAS Lembah Anai yang dibangun berbagai wahana dan tempat usaha nantinya akan dipenuhi oleh debit air jika curah hujan tinggi. Akhirnya sekarang dampaknya dirasakan, jalan pada daerah itu putus karena terjagan banjir.

" Jika ada peta kebencanaan maka harusnya daerah itu tidak bisa dibangun. Karena sekarang tidak adanya pemetaan itu secara kongrit, maka tidak ada kepatuhan-kepatuhan dalam pembangunan yang memperhatikan dampak lingkungan di masa depan," katanya.

Disisi lain dia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati disaat kondisi cuaca yang tidak menentu (Ekstrem-red), apalagi berbagai bencana alam terus mengintai seperti banjir hingga longsor. Ketika bepergian jauh, maka carilah jalur-jalur yang aman. Ketika bermukim pada daerah yang didekat sungai atau perbukitan, makan mengungsilah terlebih dahulu ke tempat saudara atau yang lainya.

Editor : Wanda Nurma Saputri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini