Irwan Basir Dt. Rajo Alam merupakan sosok yang peduli dengan jiwa sosial yang tinggi saat pandemi Covid 19. Semoga jadi inspirasi dan patut jadi contoh bagi yang lain.


Padang, Kupasonline - Sosok Irwan Basir Dt. Rajo Alam yang viral beberapa bulan ini, baik di media online, media sosial, media cetak maupun media elektronik. Atas kemurahan dan kebaikan beliau menebar serta memberikan begitu banyak bantuan ke warga bahkan juga lintas etnis. Pemberian murni tanpa embel- embel, niat lain dan murni aksi kemanusiaan. Sehingga banyak mendapat respon positif dari tokoh Isa Kurniawan.

Isa Kurniawan berpandangan bahwa kepribadian dan sikap empati Irwan Basir Dt. Rajo Alam  yang juga putra Kuranji Padang yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Kota Padang dengan aktivitas sosialnya dan aksi berbagi kemanusiaan dimasa tanggap pandemi covid 19, bahkan beliau berbagi juga berbagi dengan perkumpulan masyarakat Nias. Artinya keikhlasan hati beliau berbagi tidak hanya untuk satu golongan saja. 

Menurut Isa lagi, saya masih ingat, ketika bulan puasa tahun lalu saat berbuka puasa bersama di rumah Anggota DPR RI Asli Chaidir di kawasan Ujung Gurun Padang. Terakhir bertemu dengan beliau, nah itulah terakhir bertemu, namun beberapa bulan terakhir ini, Datuk IB ramai muncul di berbagai media.

Oh iya, hampir lupa. Pada waktu bertemu di rumah Asli Chaidir itu, tidak banyak yang bisa kami bicarakan. Hanya kangen-kangenan saja karena sudah lama tidak jumpa. Di samping itu untuk bicara banyak pun tidak kondusif karena orang ramai. Kemudian IB pun bersama rombongannya sepertinya tergesa mau pulang, terangnya.

Sebagai seorang sahabat, memang sudah lama saya tidak berjumpa dengan Irwan Basir (IB). Kami pernah sama beraktivitas dalam organisasi kepemudaan, dimana IB menjadi Ketua KNPI Padang, dan saya termasuk salah seorang wakil ketuanya.

Pada masa itu, sekitar tahun 2000-an, kami KNPI Padang menggelar kembali lomba "Selaju Sampan" di Banjir Kanal GOR H Agus Salim Padang, dengan memperebutkan Piala Mendagri, dimana acara lomba dayung sampan tradisional Kota Padang itu dibuka secara langsung oleh Mendagri M. Ma'ruf.

Itulah awal kembalinya iven lomba "Selaju Sampan" digelar setelah berhenti sekian lama di Batang Arau Palinggam. Kemudian, di Banjir Kanal, oleh Walikota Padang Fauzi Bahar dilaksanakan lomba "Perahu Naga". Lomba "Selaju Sampan" tradisional sebentar ada dilaksanakan, tapi kemudian ke sininya tidak lagi.

Terlihat bahwa komitmen IB terhadap pelestarian budaya tradisional Kota Padang, tidak diragukan lagi. Budaya tradisional "Selaju Sampan" merupakan asset budaya Kota Padang. Lainnya bisa juga dilihat, dimana kiprah IB sebagai ninik mamak dalam mengangkat kearifan lokal  dan budaya tradisional di kampungnya Kuranji pun sangat tinggi. Beliau juga merangkul seluruh tokoh dan anak kemenakan di Kuranji.

Setahu saya, sosok IB merupakan seorang organisatoris tulen. Berorganisasi bagi IB sudah menjadi bagian dari hidupnya. Saat ini IB menjadi Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Padang, Ketua Majelis Permusyawaratan Adat Pauh IX Kuranji, Ketua Penasehat Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BPMN) Pauh IX Kuranji, serta memimpin / pengurus beberapa organisasi alumni dan ormas.

Di Kuranji, keluarga IB termasuk yang terpandang karena memiliki tempat pemancingan ikan (Padang Fishing Club) dan heler padi, dengan tanah yang luas. Jadi kalau ada yang mempertanyakan bagaimana IB bisa membantu banyak pihak yang terdampak akibat corona, ya saya rasa orang tersebut belum mengenal IB secara lebih jauh. Jadi wajarlah beliau berbagi, bukan pamer semata namun saya rasa  panggilan jiwa beliau yang tinggi.

Dan juga, IB merupakan seorang ASN/PNS dengan jabatan yang mumpuni di Dinas Sosial Pemprov Sumbar. Pas sebenarnya IB di sana karena jiwa sosialnya sangatlah tinggi. Selalu tersentuh hatinya untuk membantu mereka yang dalam kesulitan, seperti halnya yang kita lihat saat ini, dimana IB terus bergerak untuk membantu masyarakat.

Sejarahnya KNPI Kota Padang itu, biasanya mantan ketuanya menjadi kepala daerah. Sebutlah Irdinansyah Tarmizi, menjadi Bupati Tanah Datar, kemudian Irfendi Arbi, menjadi Bupati Limapuluh Kota, tapi ke sininya terputus. Saya yakin, salah satu mantan yang akan menyambung kembali ghiroh tersebut adalah IB.

Sekira langkah IB dengan segala aktivitas sosialnya, ada yang memandang ini bagian dari persiapan ke arah sana untuk maju di Pilkada Padang 2024, saya kira itu hak mereka. Tapi sekira iya, saya yakin 1000% kawan-kawan IB, alumni KNPI Padang akan mendukung upaya-upaya yang dilakukan IB.

Tapi menurut saya, apa yang dilakukan IB saat ini, mengalir saja. Kalau untuk "bertanam", semenjak jadi Ketua KNPI Padang, IB sudah melakukannya. Bakti IB untuk Kota Padang, dengan segala aktivitas sosialnya sudah didengar bahkan dirasakan banyak orang. Jadi apa yang dilakukan saat ini hanyalah bagian dari panggilan jiwanya, yang secara rutin dilakukan.

Sesuai dengan hukum tabur tuai, barang siapa yang menanm, itu nanti akan memetik buahnya. Wajar saja dari bertanam, kemudian orang menuai hasilnya. Yang tidak wajar itu, menanam tidak, tapi ingin pula mendapatkan hasil. Maka dari itu, teruslah melangkah Irwan Basir Dt Rajo Alam, teruslah menebar kebaikan. (rel/hri)
 
Top
/* Pengunci navbar*/