Tumben, LBH HKTI Siap Bela Rebecca Klopper, Bukannya Petani ?

Rebecca lagi viral
Rebecca lagi viral

KUPASONLINE.COM – Video syur mirip Rebecca viral di media sosial dan membuat heboh masyarakat. Kekasih Fadly Faisal itu sampai diadukan ke Bareskrim Mabes Polri oleh perwakilan Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) terkait dengan pelanggaran UU No.44 Tahun 2008 tentang pornografi dan UU ITE.

LBH Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) nyatakan diri siap dampingi Rebecca Klopper jika ingin laporkan penyebar video syur mirip dirinya. Dalam kasus ini, LBH HKTI menilai Rebecca adalah korban.

Baik Rebecca Klopper maupun Fadly Faisal belum buka suara soal isu video syur 47 detik yang menyeret nama mereka. Begitupun dengan pemeran pria yang disebut-sebut mantan kekasih Rebecca sendiri.

Jaenudin selaku perwakilan LBH HKTI menyebut Rebecca Klopper merupakan korban yang dirugikan atas tersebarnya video syur tersebut dan yang perlu disalahkan adalah si perekam video.

Ia berharap agar polisi segera menemukan pelaku yang merekam dan menyebarkan video tersebut. Dan menyesalkan masih banyaknya jejaring sosial yang lolos dari pantauan kominfo terkait penyebaran pornografi di media sosial.

Baik Rebecca Klopper maupun Fadly Faisal belum buka suara soal isu video syur 47 detik yang menyeret nama mereka. Begitupun dengan pemeran pria yang disebut-sebut mantan kekasih Rebecca sendiri.

Sementara akun media sosial Rebecca dan Fadly menjadi sasaran warganet yang menantikan kabar ataupun respons dari keduanya.

Belum ada reaksi dari mereka, hingga akhirnya Fadly Faisal merekam dan meng up loud sebuah unggahan di Instagram Storiesnya sebuah video sedang pergi ke suatu tempat dengan pemandangan alam dari dalam mobil yang dikendarainya.

Tidak ada keterangan apa pun dalam unggahan itu yang membuat warganet merasa penasaran.

LBH HKTI menduga, bahwa video yang beredar ini sangat janggal. Bagaimana bisa orang lagi happy-happy, dia tidak mau melihat atau apa (menutup mata). Bisa saja indikasinya ini diduga pengaruh obat, atau minuman, atau pun dia dalam tekanan. Dan yang perlu ditekankan adalah siapa sih pembuat sebenarnya yang belum diketahui,” ujar Jaenudin di Bareskrim Polri.

Jaenudin beranggaoan perempuan mirip Rebecca dalam video tersebut tak sadar saat proses perekaman. “Bisa jadi RK tidak tahu saat itu divideokan karena dia sendiri mungkin dalam kondisi tidak sadar dan semacamnya,” tutur Jaenudin.

Oleh karena itu, Jaenudin mengadukan pembuatan dan penyebar video syur tersebut ke Bareskrim Mabes Polri dan pelakunya bisa terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Bisa jadi 1 atau 2 orang yang akan menjadi tersangka, pertama orang yang membuat dan kedua yang mentransmisikan atau mendistribusikan karena ini kaitannya dengan pasal 27 ayat 1 UU ITE. Dan ini ancamannya sampai 6 tahun penjara,” ulang Jaenudin lagi.

Jejaring sosial (Twitter) yang merupakan sarana untuk mengupload video ini itu bisa saja akan dilaporkan LBH HKTI.

Diketahui RK sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya 2  hari yang lalu. Kita hari ini sebatas berkonsultasi, memeriksan dukungan penuh terhadap polisi agar segera menindak kasus ini,” ucap Jaenudin selaku perwakilan LBH HKTI.

Pos terkait